MEDANHEADLINES.COM, Medan -Bank Indonesia (BI) memprediksi adanya Peningkatan kebutuhan Uang Kartal Di Medan hingga 15 % sepanjang Ramadan hingga Lebaran tahun ini,
Oleh Karenanya, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengatakan agar dapat mengoptimalkan distribusi uang ke masyarakat, Pihaknya tengah menggandeng 9 perbankan untuk membuka loket penukaran di 50 titik di Medan.
Adapun perbankan yang digandeng yakni, Bank Mestika, Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank BNI, Bank Mega, Bank BTN, Bank BRI, Bank Permata dan Bank ANZ.
Arief juga mengatakan beberapa hari jelang Lebaran, BI akan mengaktifkan layanan penukaran kas mobil di Lapangan Benteng. Dalam kegiatan kas mobil tersebut akan diikuti oleh 15 mobil kas perbankan dan 1 mobil kas BI.
Adapun kelimabelas perbankan tersebut, yaitu Bank Mestika, Bank BCA, Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank BNI,
Bank Mega, Bank BRI, Bank Permata, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, Bank Maybank dan Bank Muamalat. “Pelaksanaan layanan ini akan dimulai tanggal 28 Mei hingga 7 Juni,” ungkapnya.
Selain itu, BI juga akan menjalankan Layanan Kas Keliling Mobile yang akan dipusatkan di pasar-pasar tradisional serta instansi terkait di wilayah Medan dan sekitarnya. Kegiatan pelayanan tersebut akan dilaksanakan selama 15 hari kerja terhitung 16 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018.
Adapun nominal yang dapat ditukarkan pada Layanan penukaran oleh Perbankan, Penukaran Kas Mobil di Lapangan Benteng, dan Layanan Kas Keliling Mobile maksimal sebesar Rp3,7 juta dengan rincian pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000, masing-masing satu pak.
” Berkaca pada pengalaman tahun lalu, khusus untuk uang pecahan kecil, BI akan menyediakan lebih banyak pecahan Rp10.000 dan Rp5.000, Apalagi Karena saat ini anak-anak sudah tak mau dikasih Rp2.000,” katanya.
Sementara uang pecahan besar, yakni Rp100.000 dan Rp50.000 akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mesin-mesin ATM setiap perbankan selama masa Ramadan hingga Lebaran.
Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan permintaan uang pecahan kecil, berbagai strategi yang dilakukan oleh Bank Indonesia juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bertransaksi serta meminimalkan aksi “pedagang uang” yang biasanya muncul pada bulan Ramadan.(red)










