MEDANHEADLINES.COM, Medan – Masalah baru kini tengah menimpa PSMS Medan, Setelah mengalami hasil buruk di dua Laga awal Liga 1, Kini Klub kebanggaan Warga Kota Medan itu tengah mengalami Somasi dari Mantan CEO PSMS saat naungi oleh PT Pesemes Medan Syukri Wardi
Dalam Somasinya Syukri mengatakan Bahwa tim berjuluk ayam kinantan itu dianggap memakai logo dan nama ilegal
Menanggapi Kisruh ini, Sejumlah Mantan Pemain PSMS pun berang. Apalagi, PSMS sedang berjuang untuk berkompetisi di Liga I.
“Kita heran, kenapa gak dari Liga 2 dulu disomasi, kenapa baru sekarang saat PSMS di Liga 1 dan memiliki banyak sponsor? Jelas di sini ada niat gak bagus,” jelas manatan pemain PSMS era 1960-an Nobon Kayamuddin
Menurutnya, somasi yang dilayangkan sudah menyakiti publik Kinantan. Karena nama PSMS sudah ada sejak 1950 , dan Nobon juga pernah berkiprah di PSMS pada 1967 silam.
Menambahi Nobon, Tumsila yang juga merupakan Mantan Pemain PSMS dan rekan juang Nobon juga menyayangkan kisruh tersebut. Menurut pemain berjuluk kepala emasitu seharusnya PSMS mendapat dukungan. Bukan malah disengketakan.
“Kita sedih dengan keadaan seperti ini. Kita maunya perjuangan PSMS ini didukung bukan diributi seperti ini. Apalagi, akibatnya sponsor DJ Sport harus undur diri karena juga menjadi korban somasi mereka,” pungkasnya.
Diketahui, Awal masalah itu adalah pada 2016. Syukri Wardi mematenkan logo dan nama PSMS ke Kemenkumham, tetapi ditolak. Mereka mengajukan banding dan menang pada 2017. Somasi baru dilayangkan pada 24 Maret lalu.
“Yang mereka somasi, berupa klub, sekolah dan pakaian jersey. Hal ini jugalah yang membuat DJ Sport sebagai sponsor jersey undur diri dan tidak mengeluarkan produk baru sampai masalah ini selesai,” kata PT Kinantan Danial Syah.
Pihaknya juga sudah melengkapi sejumlah bukti dan saksi. Jawaban ke Badan Liga Indonesia juga sudah dilayangkan.
“Manajemen PSMS saat ini menegaskan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut. Ini kita lakukan agar sponsor tidak takut dan mundur seperti yang dilakukan DJ Sport sebelumnya,” pungkasnya.(red)












