Tuntut Kejelasan Dari IOM dan UNHCR, Ratusan Imigran Asing Korban Konflik Unjuk Rasa

MEDANHEADLINES.COM – Ratusan Imigran asing yang merupakan pengungsi korban konflik dari berbagai negara menggelar aksi unjuk rasa di Penampungan pengungsi, wisma YPAP, Jalan Bunga Cempaka, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kamis (22/3/2018)
Unjuk rasa ini mereka lakukan untuk menuntut kejelasan Nasib mereka kepada International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai lembaga yang menaungi mereka.
menurut para pengunjuk rasa, mereka merasa kecewa terhadap IOM dan UNHCR yang terkesan lepas tangan terhadap nasib mereka yang tak kunjung diberangkatkan ke Negara ke 3
“Kalau sakit kami bayar sendiri ke Rumah sakit. Mereka tidak memfasilitasi jika penyakitnya tidak darurat,” kata Khaleed Muhammad, pengungsi asal Sudan.
Para pengungsi sudah merasa jenuh selama berada di penampungan, karena gerak mereka terbatas. Mereka juga tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga. Setiap bulannya mereka hanya mengandalkan dana dari UNHCR melalui IOM.
Untuk pengungsi yang sudah dewasa mereka mendapat dana Rp1.250.000/orang. Untuk yang masih berusia dibawah 16 tahun, mereka mengaku hanya diberikan Rp500.000/orang. Dana itu tidak mencukupi untuk kehidupan mereka. Apalagi untuk menyekolahkan anak mereka.
Ada sekitar 500 pengungsi yang tinggal di Wisma YPAP. Diantaranya berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritria dan Afrika SelatanPara. Para pencari suaka tersebut sudah tinggal selama 7-8 tahun meninggalkan negara mereka yang dirundung konflik.
Informasi yang dihimpun, ada seorang pengungsi yang bunuh diri karena depresi tidak diberangkatkan ke negara ketiga. Pengungsi tersebut bernama Hayatullah, 22 asal Afghanistan.
“Kabar dari UNHCR buat dia kecewa. Bulan lalu dia bunuh diri,” kata Juma Mohsini, sesama pengungsi Afghanistan.
Sejumlah anak-anak pengungsi juga ikut dalam aksi tersebut. Mereka membawa foto-foto dampak konflik di negara asalnya. Massa juga menyampaikan penderitaan mereka selama di pengungsian lewat orasi bergantian.
Sementara itu, Kasi Ketertiban dan Keamanan Rudemin Imigrasi Kota Medan Andi Brian mengatakan beberapa pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Namun kepastian kapan pengungsi lainnya akan diberangkatkan ada di UNHCR.
“Mereka ingin kepastian berapa lama lagi tinggal di Indonesia. Kepastian itu hanya ada di UNHCR,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.