Medan  

Tinjau Normalisasi Drainase Di Medan Denai, Wakil Walikota Masuk Hingga ke Gorong-Gorong

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi melakukan peninjauan langsung Hingga ke Gorong-gorong untuk melihat proses Normalisasi drainase besar di Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai
Dengan mengenakan sepatu bot kuning seperti yang dikenakan para pekerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) AKhyar pun melihat langsung penyebab penyumbatan aliran air dari Sungai Sulang Saling yang menyebabkan warga yang bermukim di Jalan Pelajar ujung, Jalan Rahayu dan Jalan Benteng menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun.
Usai melihat langsung hal itu, Akhyar pun meminta kepada Kadis Dinas PU Khairul Syahnan untuk membongkar dinding beton yang menyumbat drainase besar tersebut dengan mengerahkan puluhan pekerja, alat-alat berat serta belasan truk yang digunakan untuk mendukung kelancaran pembongkaran serta normalisasi drainase.
“Kita minta Dinas PU untuk menjebol dinding membatasi drainase sebelah utara Jalan Raya Menteng, sehingga aliran dari Sungai Sulang Saling bisa menembus drainase besar untuk selanjutnya menuju pembuangan ke Sungai denai. Mudah-mudahan dengan penjebolan yang dilakukan, aliran air menuju pembuangan ke Sungai denai berjalan lancar. Dengan demikian kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir bisa teratasi,” kata Wakil Wali Kota.
Di samping melakukan pembongkaran dinding penyebab penyumbatan drainase tersebut, petugas Dinas PU dan P3SU Kecamatan Medan Denai juga bergotong royong membersihkan tumpukan sampah dari dalam drainase guna mendukung kelancaran air mengalir.
Di samping normalisasi drainase, Wakil Wali Kota minta kepada Dinas PU juga mengatasi genangan air hujan yang terjadi di depan sebuah bengkel sekaligus doorsmeer mobil. Genangan air terjadi karena hampir seluruh permukaan parit dibeton warga tanpa membuat lubang inlet. Akibatnya air tidak dapat mengalir memasuki parit.
Untuk mengalirkan air, Kadis PU menginstruksikan Plt Kabid Drainase mengebor pinggiran jalan yang terkena pembetonan titi warga. Setelah itu diikuti dengan pengorekan dengan menggunakan beko hingga menembus saluran parit yang ada di bawah. Bersamaan itu genangan air pun seketika mengering.
“Kita mengingatkan warga yang melakukan pembetonan permukaan parit agar menyediakan lubang kontrol sehingga parit maupun drainase dapat dibersihkan. Selain itu menyediakan lubang inlet sehingga air tidak menggenangi jalan maupun pinggiran jalan. Kalau iktu tidak dilakukan, Jalan Raya Menteng yang baru selesai diaspal ini akan kembali rusak. Jadi kita harapkan kepedulian dan dukungan warga untuk merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan Pemko Medan,” pesannya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.