MEDANHEADLINES.COM – Indonesia secara bertahap saat ini sudah masuk ke dalam kelompok negara-negara Group 20 (G-20),selain itu, Indonesia juga sudah masuk dalam kelompok triliun dollar club yaitu negara-negara yang punya ekonomi dengan nilai 1 triliun dollar AS per tahun.
“Produk Domestik Bruto yang kita miliki sebesar 1 triliun USD per tahun dan kita menjadi negara, meskipun negara dengan nomor yang ke-16 dalam GDP. Ini sekali lagi patut kita syukuri. Artinya, GDP kita ini besar, jangan lupa itu,” kata Presiden Jokowi.
Presiden juga menyampaikan, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berada pada kisaran di atas 5% per tahun, di sekitar 5 atau sampai 6% per tahun, berarti ekonomi Indonesia akan naik dua kali lipat.
“Ini yang sering orang lupa. Naik 2 kali lipat dalam kurun kurang lebih 14 tahun ke depan. Berarti ekonomi kita akan menjadi sebuah ekonomi dengan nilai triliun USD paling lambat di tahun 2032,” ungkap Presiden.
Menurut Presiden, banyak orang tidak punya hitung-hitungan seperti ini. Bahkan ia mengungkapkan, konsultan internasional terkemuka memproyeksikan kalau pakai metode PPP/Purchasing Power Parity atau penyesuaian dengan tingkat harga-harga lokal, Indonesia di tahun 2030 nanti sudah menjadi ekonomi terbesar nomor 5 (lima) di dunia. “Hal-hal seperti ini yang sering kita lupa,” ujar Presiden Jokowi.
Namun Presiden mengingatkan, sekali sudah menjadi negara yang 16 besar, kemudian masuk ke-10 besar, kemudian nanti masuk 5 besar dunia, kita akan berbeda dengan hari ini, karena setiap masuk ke grade yang lebih atas, akan berbeda.
Oleh karena itu, Presiden meminta masyarakat jangan terjebak pada urusan-urusan yang menyebabkan banyak yang pesimistis padahal angka-angka di atas jelas sekali.
Termasuk di bidang kesehatan, menurut Presiden, sebuah masyarakat yang menghasilkan kegiatan ekonomi dengan 2 triliun dolar per tahun kebutuhannya, harapannya, ekspektasinya akan sangat berbeda dengan masyarakat hari ini, nanti akan berbeda sekali.
Presiden memberi contoh, jika hari ini banyak sekali masyarakat yang menderita penyakit akibat infeksi. Namun, Presiden menyampaikan bahwa dengan semakin berkembangnya ekonomi, dengan semakin besarnya jumlah penduduk yang masuk ke kelas menengah yang cenderung adalah hygiene akan membaik, nutrisi akan membaik, kesehatan akan membaik, dan akhirnya yang lebih berperan adalah yang penyakit lifestyle.
“Penyakit lifestyle, seperti yang tadi disampaikan Bu Menteri Kesehatan, diabetes karena makan maunya yang enak-enak semuanya, larinya ke sini. Darah tinggi, karena sudah kaya senengnya marah-marah. Sakit jantung, itu penyakit kelas menengah seperti itu, kanker,” ungkap Presiden Jokowi.(Setkab)












