Medan  

Cacing Pita Sepanjang 2,17 Meter Ditemukan Di Dalam Tubuh Paisen di Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tim medis berhasil menemukan dan mengeluarkan cacing pita (Taeniasis) sepanjang 2,17 Meter dari seorang pasien wanita yang mengalami infeksi cacing pita di Kota Medan
DR dr Umar Zein, DTM&H Mengatakan peristiwa ini terjadi saat seorang pasien wanita yang merupakan warga Medan datang ke Klinik Tropic dan Infeksi miliknya untuk berkonsultasi dan pengobatan.
” Pasien mengaku semenjak kecil hingga ia berumur 24 tahun sekarang ini telah menderita infeksi, setiap buang air besar selalu bercampur dengan potongan cacing pita tersebut,” ungkapnya.
Mendengar keluhan pasien, Ia dan tim pun memeberi pasien obat Praziquantel dari Vietnam dan tak lama berselang Cacing sepanjang 2,17 Meter pun keluar bersama kotorannya
” kasus infeksi usus dikarenakan kebiasaan mengkomsumsi daging mentah atau setengah dimasak baik itu pada daging sapi maupun babi.Sebab bila memasaknya sempurna maka larva penyebab cacing pita akan mati,” Jelasnya.
Ia juga menyebutkan ini adalah temuan keempatnya, penemuan pertama dan kedua di Medan pada 2014, disusul temuan yang ketiga di 2017, paling banyak di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Ini bermula adanya keluhan pasien yang datang berobat, yang kemudian ditelusuri ke daerah asalnya di Kabupaten Simalungun, ternyata ada beberapa warga yang juga mengalaminya.
Dari hasil penelusuran untuk Kabupaten Simalungun ada 171 kasus yang mengalami infeksi usus atau penderita cacing pita ini. Tak hanya sampai disitu, Umar Zein menuturkan ia dan tim FK UISU berhasil mengobati dan mengeluarkan cacing pita dari tubuh salah seorang pasien yang panjangnya mencapai 10 meter lebih saat itu.
Atas penemuan ini, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Umar Zein berharap agar pemerintah kabupaten/kota maupun Provinsi Sumatra Utara agar segera melakukan tindakan terutama dalam pengadaan obat-obatan.
Menurutnya, dalam pengadaan obat-obatan tidak sama dengan pengobatan bagi penderita cacing tanah, seperti kremi, tambang dan gelang yang bisa dibeli pada apotik sedangkan cacing pita sangat langkah sekali yang ada hanya di Vietnam.
Sehingga pemerintah bisa menyiapkan anggaran untuk pengadaan obat untuk mengobati pasien yang menderita cacing pita tersebut, karena penyakit tersebut bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal wilayah apabila kebiasan memakan daging mentah atau kurang sempurna memasaknya tidak diubah.
Harapannya, peran dunia perguruan tinggi sangat penting dalam hal ini Fakultas Kedokteran UISU bisa menjadi pusat penelitian dan pengobatan untuk wilayah Sumatra, karena sentra lainnya ada di Bali. Menurutnya daerah endemik cacing pita itu ditemukan di Sumatra Utara, Bali dan Papu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.