MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tidak di Loloskannya Pasangan Bakal Calon Gubernur dan wakil Gubernur JR Saragih-Ance Selian oleh KPU Sumut terkait permasalahan Ijazah membuat pertarungan di Pilgubsu hanya menyisakan dua kandidat saja
Menanggapi Hal ini, Pengamat Politik Dari FISIP USU Dadang Darmawan mengungkapkan tak ikutnya JR-Ance ini secara tak langsung lebih menguntungkan untuk pasangan Djarot-Sihar (DJOSS) dibandingkan dengan Pasangan Edi Rahmayadi-Musa Rajeckshah (ERAMAS)
Hal ini dikarenakan adanya Kesamaan basis pendukung di dataran tinggi dan pantai barat yang seharusnya menjadi perebutan suara dari JR-Ance dan Djarot-Sihar menjadi lebih jelas.
“Secara signifikan DJOSS yang diuntungkan oleh keputusan KPU ini,” Jelasnya.
Dadang juga menambahkan, Sejumlah faktor lain juga akan menentukan kemenangan DJOSS jika berhadapan langsung dengan pasangan Eramas. Pilpres 2019, di mana Joko Widodo atau Jokowi kemungkinan besar akan kembali berhadapan dengan Prabowo di Pilpres 2019 mendatang
“Jika kontestasi menuju Pilpres 2019 kian menguat, maka dukungan enam partai politik kepada Eramas belum tentu akan membuatnya menang. Justru DJOSS yang punya kemungkinan akan menang,” papar Dadang.
Dadang juga menilai, keberadaan Partai tidak cukup signifikan mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihannya.apalagi Partai lebih melihat bahwa Pilgubsu merupakan ajang pemanasan menuju Pemilu legislatif.
“Partai lebih menghitung legislatif yang akan terpilih. Tidak peduli apakah Edy – Ijeck menang di Pilgubsu atau tidak,” tuturnya.
Dukungan para relawan yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan partai terhadap DJOSS akan ikut menentukan kemenangan mereka. Saat ini bisa dikatakan semua relawan Jokowi pada Pilpres 2014 bergabung mendukung DJOSS.
Isu agama yang dipakai saat berkampanye, ujar Dadang, tidak akan signifikan untuk mengalahkan DJOSS. Kembali merujuk pada Pilpres 2014, saat itu Jokowi tidak seluruhnya kalah di pantai timur yang penduduknya kebanyakan beragama Islam. Hal serupa akan terjadi di Pilgubsu.
“Isu agama sudah lebih dahulu dipakai di Sumut dibanding DKI Jakarta, ternyata Jokowi menang. Sumut itu bukan DKI Jakarta dan Djarot bukan Ahok. Agama tidak akan berpengaruh besar di Pilgubsu nanti,” Jelasnya. (red)












