Harga Beras Tinggi,  KPPU : Rendahnya Kredibilitas Data dan Distribusi Yang Buruk

MEDANHEADLINES.COM –  Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan, kelangkaan dan Tingginya harga beras yang terjadi saat ini disebabkan oleh rendahnya kredibilitas data produksi beras yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian.

Selain itu, Menurutnya, distribusi beras saat ini masih buruk. Akibat Panjangnya rantai distribusi rawan adanya aksi spekulasi.
“Peran Bulog yang belum optimal menopang pasokan beras nasional melalui operasi pasar beras. Penegakkan hukum terhadap spekulan yang sengaja mempermainkan pasokan dan harga. Langkah ini menjadi tanggungjawab Kemendag dan Bulog, ” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/1/2017).

Syarkawi pun mengusulkan agar dilakukan audit data produksi di BPS dan Kementan yang dilakukan oleh lembaga independen. Lalu melakukan percepatan penyederhanaan rantai distribusi dengan melakukan korporatisasi petani dengan mengintegrasikan usaha pertanian dari hulu ke hilir.

“Pemerintah perlu mengadopsi sistem pemasaran online dalam pemasaran beras, sehingga petani bisa secara langsung menjual berasnya ke konsumen akhir atau retailer tanpa melalui jalur pemasaran yang panjang,” tambahnya.
Dia juga mengusulkan agar dilakukan pengembangan pasar induk beras nasional di sentra-sentra produksi beras nasional, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara. Diharapkan pasar induk bisa menjadi sumber referensi ketersediaan dan harga beras.

Peran Bulog dalam menyerap beras petani diharapkan juga semakin ditingkatkan yang juga dimanfaatkan untuk operasi pasar. Terakhir, dilakukan penegakan hukum terhadap spekulan yang sengaja mempermainkan pasokan dan harga.

“Langkah ini menjadi tanggungjawab KPPU dan Kepolisian,” Pungkasnya (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.