Jumlah Pengidap Gangguan Jiwa di Medan Alami Peningkatan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan Mencatat Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Medan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga November 2017 saja Dinkes Medan mencatat sebanyak 1.157 orang yang mengalami penyakit depresi berat tersebut padahal tahun sebelumnya hanya sebanyak 705

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Medan Pocut Fatimah Fitri menjelaskan, bahkan angka tersebut meningkat signifikan hanya dalam kurun waktu satu bulan saja. Oleh Karenanya, ia memperhitungkan, hingga Desember 2017 nanti jumlah ODGJ akan terus mengalami kenaikan

. “Jadi kemungkinan, datanya masih akan bertambah,” sebutnya.

jika dihitung berdasarkan luas Kota Medan,Tambahnya,  berarti setiap 0,9 per mil dari jumlah penduduk ada yang mengalami ODGJ.

Ia juga menyayangkan bahwa selama ini, masyarakat banyak yang menganggap gangguan jiwa bukan penyakit, meski sangat berkaitan erat dengan medis dan seharusnya diobati.

“Jumlah ini didapatkan melalui kunjungan aktif ke rumah warga. Kita menemukan ada yang dipasung dan depresi berkepanjangan yang dibiarkan begitu saja,” jelasnya.

Pocut juga menjabarkan, Meskipun angka ODGJ tinggi akan tetapi pihaknya belum mendapatkan laporan ada pengidapnya di Medan yang melakukan pembunuhan atau bunuh diri. Sebab, rata-rata ODGJ baru di Medan disebabkan oleh narkoba, karena terbawa halusinasi dan euforia berkepanjangan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 2017, depresi menduduki peringkat keempat di dunia menjadi penyakit yang mengancam masyarakat. Diperkirakan pada 2020 menjadi peringkat kedua setelah penyakit jantung dan pada 2030 menjadi beban kedua setelah HIV/AIDS.

“Ini artinya ancaman global karena depresi. Bayangkan kalau banyak masyarakat pekerja depresi, ini kan mengganggu produktivitas,” ungkapnya.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.