MEDANHEADLINES.COM, Medan –Pihak Kecamatan Medan Belawan menurunkan sekitar 20 personil Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PGSU) untuk melakukan Normalisasi drainase yang berada di Jalan Stasiun.
Normalisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya genangan air maupun banjir yang disebabkan penyumbatan drainase,
Camat Medan Belawan Ahmad mengatakan, penyumbatan ini terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengorek drainase yang ada depan rumahnya masing-masing. Di samping itu masih ada juga yang membuang sampah ke dalam drainase. Kondisi itulah yang menyebabkan drainase mengalami penyumbatan.
Kondisi drainase sangat memprihatinkan, permukaannya dipenuhi sampah berbahan plastik. Jika dibiarkan, penyumbatan yang terjadi akan semakin parah. Kondisi itu akan membuat drainase tidak berfungsi untuk menyalurkan air. Akibatnya pada saat hujan deras turun, drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap menggenangi jalan dan rumah warga.
“Penyumbatan ini harus secepatnya kita atasi. Apabila dibiarkan saja, lama kelamaan penyumbatan akan semakin parah. Apalagi saat ini musim penghujan, tentunya hal ini sangat rentan apabila tidak segera diatasi. Oleh karenanya pagi ini kita turunkan personil P3SU untuk mengorek dan membersihkan drainase,” kata Ahmad.
Selesai pengorekan, Ahmad mengajak seluruh warga sekitar untuk menjaga kebersihan drainase tersebut. Selain tidak membuang sampah dalam drainase, warga juga diharapkan mau meluangkan waktu sejenak untuk melakukan pengorekan, minimal di depan rumahnya masing-masing.
“ Apabila warga rutin melakukan pengorekan drainase, setidaknya sebulan sekali, saya yakin drainase tetap berfungsi sehingga dapat menampung dan mengalirkan debit air pada saat hujan deras turun. Dengan demikian insya Allah genangan air maupun banjir dapat kita minimalisir,” paparnya.
Selanjutnya Ahmad menambahkan, pengorekan drainase akan terus dilakukan, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air di Kecamatan Medan Belawan. Dikatakannya, pihaknya telah menginventarisir kawasan mana saja yang selanjutnya menjadi objek pengorekan selanjutnya.(rls)












