MEDANHEADLINES.COM – Pemerintah melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong pelaku industry untuk memanfaatkan gas bumi dalam negeri karena dinilai jauh lebih efisien.
Division Head of Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Desy Anggia, mengatakan dengan memanfaatkan gas bumi pelaku industri bisa berhemat hingga 40%.
“Dengan beralih ke gas bumi PGN, industri dapat menekan biaya produksinya hingga 40% dari penghematan konsumsi bahan bakar,” katanya dalam acara Media Gathering PGN 2017
Menurutnya, pemanfaatan gas bumi sangat cocok untuk industri kecil menengah (IKM) khususnya. Dengan lebih efisien dan berkembang maka IKM juga bisa meningkatkan daya saingnya.
Gas bumi juga memiliki kelebihan lainnya seperti bersih, aman dan tingkat ketersediaan yang terjamin. Sebab tidak seperti LPG yang sebagian besar mengandalkan impor, gas bumi bisa diperoleh dari sumur gas di Indonesia.
“Bagi industri kepastian pasokan energi itu salah satu hal paling penting,” imbuhnya.
Keuntungan lainnya menurut Desy, dengan menggunakan gas bumi PGN adalah adanya beragam penyaluran gas sehingga Tidak lagi terbatas pada penyaluran melalui pipa saja, melainkan pemanfaatan gas dengan metode lain seperti CNG (Compressed Natural Gas).
“Pelaku industri menengah dan menengah ke bawah seperti restoran dan hotel tetap bisa menikmati gas meskipun tidak ada sambungan ke jaringan pipa gas karena ada dalam bentuk CNG yang diantar ke pelanggan dengan kendaraan khusus,” kata dia.
Bukan itu saja, PGN juga memperluas manfaat gas dengan menyasar penyaluran gas untuk UMKM dengan konsep food truck. Food Truck ini dilengkapi dengan pengering, kompor, pendingin ruangan, dan generator listrik yang berbahan bakar gas bumi.
Pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG juga disalurkan untuk transportasi atau disebut GasKu. Program ini merupakan layanan penyaluran gas bumi untuk transportasi dengan menggunakan converter kit.
“Ini semua upaya kami untuk mengoptimalkan program Smart Energy yakni bagaimana mengelola dan memanfaatkan energi secara efektif dan efisien,” tutup Desy.(red)












