MEDANHEADLINES.COM – Tujuan utama penggunaan system otomatisasi gerbang tol dengan menggunakan uang elektronik agar dapat mengurangi waktu transaksi dianggap mengalami kegagalan.
Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengingat masih terjadinya antrian di gerbang-gerbang tol
“Pernyataan pengelola jalan tol bahwa otomatisasi bisa menghemat waktu transaksi di gardu tol 90 persen hingga 100 persen secara kasat mata tidak terbukti,” pungkasnya.
Tulus mengatakan setelah otomatisasi transaksi di gardu tol dibelakukan masih terlihat antrean pembayaran yang panjang seperti sebelum pemberlakuan otomatisasi.” Itu artinya, otomatisasi yang dimaksudkan untuk memangkas antrean kendaraan telah gagal,” katanya.
Tulus juga menilai masih banyaknya permasalahan yang terjadi dalam penerapan otomatisasi di jalan tol, misalnya alat pembaca kartu uang elektronik yang lambat membaca bahkan macet karena gagal membaca malah memperlambat proses transaksi.
“Belum lagi masih banyak pengguna jalan tol yang belum terbiasa menggunakan uang elektronik sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menempel di mesin pembaca kartu,” Jelasnya.
Karena itu, Tulus menilai penerapan otomatisasi di jalan tol dengan transaksi menggunakan uang elektronik tidak berdampak apa-apa bagi penguna jalan tol.
“Secara kasat mata, menggunakan uang elektronik atau membayar tol secara manual waktu transaksi yang diperlukan di gardu tol sama saja,” katanya.(ant)












