MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus melakukan Pembetonan di beberapa ruas jalan di kota Medan, salah satunya adalah di Jalan Padang, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung
Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan,mengatakan pembetonan jalan dilakukan karena kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan pengaspalan (hotmix). Terbukti, sudah beberapa kali dilakukan pengaspalan namun Jalan Padang kembali rusak sehingga sangat mengganggu kelancaran aktifitas warga.
“Selain itu Jalan Padang selama ini rentan dengan banjir. Itu sebabnya jalan yang telah selesai diaspal acapkali terendam air. Kondisi tersebut membuat aspal lama kelamaan terkelupas yang memicu terjadinya kerusakan jalan,” kata Syahnan.
Selain itu tambahnya lagi, banyak sekali truk yang melintasi Jalan Padang yang tonasenya melebihi ketahanan aspal. Hal ini terjadi karena kawasan Jalan Padang banyak ditemukan pergudangan. “Untuk itulah perbaikan jalan yang dilakukan kali ini melalui pembetonan,” ungkapnya.
Selanjutnya Syahnan menambahkan, panjang jalan yang dibeton sekitar 570 meter dengan lebar 7,5 meter dengan ketebalan coran sekitar 25 cm. Namun di ujung jalan terjadi penyempitan sepanjang lebih kurang 60 meter sehingga lebarnya berkurang menjadi 5 meter. Dengan pembetonan yang dilakukan ini, kualitas Jalan Padang bisa menjadi lebih baik dan tahan lama lagi sehingga aktifitas warga tidak terganggu sedikit pun.
Pembetonan Jalan Padang telah berlangsung selama 14 hari lebih dan rampung dalam beberapa hari ini. Menurut Syahnan, pihaknya saat ini tinggal melakukan pelandaian di ujung jalan dengan pengaspalan agar bisa dilalui kembali. Namun pelandaian belum dilakukan untuk memastikan coran jalan benar-benar kering.
“Kita belum melakukan pelandaian karena khawatir jalan yang baru selesai dicor ini akan dilintasi warga. Mungkin dalam empat hari ini, pelandaian akan kita lakukan. Dengan demikian warga dapat melintasinya kembali dengan tenang dan nyaman,” paparnya.
Akibat Jalan Padang belum bisa dilalui, efeknya berimbas dengan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Untuk itulah Syahnan menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengharapkan pengertian dari warga sekitar maupun masyarakat penggunan jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi tersebut. (H)












