MEDANHEADLINES.COM, Medan – Penyakit malaria Tertiana atau Plasmadium Ovale yang sebelumnya hanya ditemukan di Papua dan Flores Timur ternyata juga ditemukan di Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Anopheles ini ditemukan Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) yang melakukan penelitian terhadap spesies penyakit yang ditemukan pertama kali pada tahun 1975 Silam.
“Penemuan penyakit ini, merupakan wujud kepedulian dan peran serta Fakultas Kedokteran UISU dalam dunia kesehatan,” ucap Rektor UISU Profesor Mhd Assad didampingi Dekan Fakultas Kesehatan UISU, Abdul Harris Pane dan Kepala Program Studi Profesi Dokter Fakuktas Kedokteran UISU, Dr Umar Zein
“Kita terus melakukan penemuan dan penelitian terhadap penyakit tropis di Sumatra Utara,” tegas Assad.
Sebelumnya pihak fakuktas kedokteran juga telah menemukan cacing pita jenis Taeniasis didesa Negeri Dolok, Kecamatan Silau.Kahaean, Kabupaten Simalungun.
“Ini tentunya sejalan dengan keberadaan Fakultas Kedokteran UISU, yang memasuki usia ke-52 tahun, dengan meningkatkan mutu SDM dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Termasuk, pihak UISU juga memfokuskan penelitian dan pengobatan cacing pita yang tidak hanya panjangnya mencapai 2 meter lebih itu akan tetapi bisa bertahan sampai 30 tahun.” sebut Rektor
Senada dengan itu, Dekan Fakuktas Kedokteran UISU, dr Abdul Harris Pane menyebutkan tentunya selain meningkatkan pelayanan nantinya, FK UISU menjadi Visit University dalam penanganan penyakit tropis.
“Harapannya, UISU menjadi pusat penelitian dan penanganan penyakit tropis untuk wilayah barat, dimana menurut Abdul Harris untuk wilayah Timur dipusatkan di Universitas Udayana,” terangnya.
Untuk penanganan nyamuk Plasmodium Ovale, pihak Fakultas Kedokteran UISU akan bekerja dengan Universitas Sumatra Utara sedangkan cacing pita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara dan Dinas Kesehatan Simalungun.
Sementara itu, Kepala Program Studi Profesi Dokter Fakuktas Kedokteran UISU Umar Zein menyebutkan penemuan ini setelah pihaknya bersama mahasiwa kedokteran UISU melakukan penelitian dan pengobatan dikawasan Langkat yang menemukan adanya pasien menderita penyakit Malaria Ovale pada tahun 2016.
“Untuk menyakinkan makan sampel darah pasien dibawa ke FK Brawijaya dan setelah diumumkan melalui tulisan internasional di 2017,” terang dia.
Dikatakan Umar Zein, ciri penderita penyakit ovale ini sama dengan malaria lainnya. Penderita dapat disembuhkan, hanya saja penanganannya lebih khusus.
“Karena penyakit ini bisa kembali kambuh meskipun penderitanya tidak di gigit oleh nyamuk. Penderita ovale yang ditemukan di Langkat adalah penduduk setempat dan tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah Papua ataupun Flores,” jelas Umar. (red)












