MEDANHEADLINES.COM, Medan – Untuk menangani kendala defisit energi listrik di Sumatera Utara, PT PLN (Persero) Wilayah Sumut sedang merampungkan pembangunan tol listrik dari Sumatera Selatan.
General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, saat ini pembangunan tol listrik baru sampai di Paya Kumnbuh. Pihaknya segera merampungkan pembangunan transmisi di wilayah Sumut.
“Kita sedang membangun transmisi tegangan ekstra tinggi 275 KV. Sekarang pembangunannya sudah sampai Payakumbuh, nanti ke Sidempuan, ke Sarulla, Galang dan terus sampai ke Aceh. Kita harapkan Padang Sidempuan-Galang rampung akhir Desember,” Kata Feby ke awak media di Medan (25/10/2017).
Jika tol itu rampung, lanjut Feby, akan menyumbang energi sebesar 400 MW. Untuk diketahui, beban puncak listrik di Sumatera Utara mencapai 2055 MW.
“Karena itu jalur bebas hambatan. Kapasitasnya ekstra tinggi, 275 KV. Itu dari Sumatera Selatan. Karena di sana kaya akan energi. khususnya Batubara,” kata Feby di Medan, Rabu (25/10/2017).
Menurut dia, tol listrik lebih efisien. Karena jika harus membawa batu bara dari Sumsel ke arah Utara, maka akan dibutuhkan biaya tambahan dan resikonya lebih tinggi.
Selain itu, tol listrik juga diharap bisa mensuplai listrik sampai ke pelosok desa.
Meski begitu, pembangunan tol listrik masih terkendala pembebasan lahan masyarakat. Selain itu ada beberapa perkebunan swasta yang menolak kebunnya dilewati jalur tol listrik.
“Kita harapkan masyarakat dan perkebunan ini bisa bekerja sama. Tapi ada perkebunan swasta yang tidak mau. Padahal masyarakat ada banyak di sana,” ungkapnya.
Selain membangun tol listrik, pengerjaan beberapa pembangkit di Sumut juga sedang dikebut. Seluruh pembangunan infrastruktur kelistrikan itu sudah diatur dalam Rencana Umum Penyelenggara Tenaga Listrik (RUPTL).
Sementara ini, defisit listrik di Sumut masih terbantu pasokan dari Kapal Marine Vessel Power Plant yang didatangkan dari Turki.
“Dari Sarulla itu sudah 2×110 MW. Tahun depan 110 lagi. Kemudian PLTP Sorik Marapi, kita harapkan di akhir tahun ini bisa mensuplai 35 MW. PLTA terbesar di Batang Toru. Itu 500 MW. Itu rencana jangka panjang,” pungkas Feby. (pra)












