GMKI kecam keras pemukulan mahasiswa yang dilakukan oleh Satpam USU

MEDANHEADLINES.COM, Medan –  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) wilayah 1 Sumut-NAD mengecam keras tindakan Pemukulan yang dilakukan oleh Satuan pengamanan (Satpam)  Universitas Sumatera Utara (USU)  terhadap seorang mahasiswa hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

koordinator Wilayah 1 GMKI Sumut-NAD. Swangro Lumbanbatu, ST mengatakan peristiwa seperti ini harusnya tidak terjadi karena satpam yang seharusnya memberikan rasa aman bukan malah menciptakan kekerasan.

“ Aparat Kemanan seharusnya Memberi pengertian dan mejelaskan apa sebenarnya yang menjadi pokok masalah, bukan malah membabi buta manganiaya mahasiswa, kalau pun ada masalah dari pihak keamanan usu dengan mahasiswa itu harusnya diselesaikan secara kekeluargaan dan dikasih peringatan, seberat apapun masalah tidak harus dilakukan dengan kekerasan ,” pungkasnya.

Swangro juga meminta kepada aparat kepolisian untuk segera memproses kejadian tersebut ke ranah hukum karena melanggar pasal 170 ayat 2 KUHP tentang tindakan kekerasan dan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

“ Polresta harus menindaklanjuti dengan objektif persoalan ini secara hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya, Pihak USU juga harus memberi Hukuman dan mengingatkan kepada aparat Keamanan Usu (Satpam)  agar kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari, karena perguruan tinggi adalah tempat menimba ilmu dan peningkatan sumber daya manusia, pengembangan kerja sama internasional, kedamaian dunia, dan kesejahteraan umat Manusia bukan malah tempat kekerasan.

Diketahui, sebelumnya pada kamis (19/10/2017) WIB malam seorang mahasiswa  Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU yaitu  imanuel silabanDianiyaya oleh sejumlah satpam,, akibat penganiyayaan ini Korban mengalami  Kritis dan tak sadarkan diri, dan masih berada di rumah sakit Colombia Asia di temani oleh keluarga dan beberapa rekan mahasiswa. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.