Medan  

Pentingnya harmonisasi dalam keberagaman Agama

MEDANHEADLINES, Medan – Saat ini banyak terjadi konflik di dunia diakibatkan  sara atau Agama, padahal tidak satu agama apapun yang mengajarkan kekerasan. untuk itu agar tidak terjadi konflik keagamaan, maka agama harus secara paripurna dihayati dan dibangun di atas pondasi iman dan taqwa.

Hal ini diungkapkan Kepala Kesbangpol Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga,SHyang mewakili Walikota Medan saat membuka Sosialisasi Pembinaan hubungan harmonisasi antar dan intern umat beragama serta umat beragama dengan Pemerintah di Hotel Madani, jalan Sisingamangaraja, Senin (18/9/2017).

Dalam Sosialisasi yang diikuti 200 siswa – siswi SMA /SMK Negeri dan Swasta se – Kota Medan dan MAN ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pelajar yang merupakan generasi muda dalam menjaga harmonisasi dalam keberagaman umat beragama.

“Pentingnya menjaga ukhuwah kebangsaan berdasarkan prinsip toleransi yang merupakan inti dari pandangan agama – agama di Nusantara. toleransi hanya bisa dilaksanakan jika memiliki akhlak yang mulia dan menjunjung tinggi nilai etis dan Agama”, Kata Kepala Kesbangpolinmas.

Menurut Ceko, Budaya asli Nusantara juga memainkan peranan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, justru budaya yang ada di Nusantara dapat menjadi penambah nilai estetika, karena budaya merupakan salah satu infrastruktur Agama.

“Prinsip utama dalam berbangsa yang harus dianut oleh segenap umat beragama adalah rasa cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Artinya kita perkokoh berbagai elemen penyusun tanah air, baru kemudian kita mampu  membangun  agama secara ideal. Untuk itu melalui kegiatan ini siswa – siswa SMA sederajat yang ada dikota Medan dapat menambah pengetahuannya tentang menjaga keharmonisan beragama sebagai generasi muda”, ungkap Ceko.

Selain itu menurut Ceko, Kegiatan ini bertujuan agar para pelajar yang merupakan generasi muda bangsa  Indonesia siap menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini, sebab saat ini banyak terjadi konflik yang disebabkan oleh isu sara dan agama. “melalui Sosialisasi ini para pelajar mendapatkan pemahaman tentang harmoni dalam keberagaman agama sebagai perwujudan bhineka tunggal ika. Artinya jika mereka memahami harmonisasi keberagaman agama maka generasi akan mampu mempertahankan bangsa ini”, Harap Ceko.

Sosialisasi yang diikut 200 Siswa – Siswi SMA sederajat se – Kota Medan ini digelar selama 3 hari dari tanggal 18 sampai 20 September 2017. Sebagai Narasumber perwakilan dari Kodim 02/01 BS , Mayor inf Budi Oktavian Harmadji, Akademisi USU dan dari Kesbangpolinmas Kota Medan. Para peserta masing – masing juga diberikan file berbentuk Video Compact Disc (VCD) tentang pemahaman keberagaman beragama. (rls )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.