MEDANHEADLINES – Hingga akhir juli 2017 Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko di Kementerian Keuangan.mencatat Pemerintah indonesia memiliki Total utang yang mencapai angka Rp3.779 triliun. Dan Jumlah tersebut naik Rp73,47 triliun dibandingkan posisi utang pada akhir Juli tahun lalu yang mencapai Rp3.706 triliun.
Utang pemerintah itu berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.045 triliun atau 80,6 persen dari total utang, serta pinjaman sebesar Rp734,98 triliun atau 19,4 persen dari total utang pemerintah.
Lantas, siapa negara penyumbang utang terbesar ke Indonesia? Berdasarkan data DJPPR, total utang bilateral Indonesia mencapai Rp313,72 triliun dan yang menjadi negara penyumbang utang bilateral terbesar adalah Jepang dengan sumbangan hutang sebesar Rp194,82 triliun,
Sementara negara Prancis berada di posisi ke dua dengan Rp27,38 triliun,serta Jerman dengan Rp25,05 triliun.
Sementara itu, utang yang berasal dari bank komersial mencapai Rp43,70 triliun. Amerika Serikat berada di posisi teratas dengan jumlah pemberian utang sebesar Rp10,57 triliun, Singapura Rp7,65 triliun dan Prancis Rp7,48 triliun,
Adapun pinjaman multilateral yang berasal dari lembaga keuangan internasional mencapai Rp371,21 triliun. Bank Dunia masih berada di peringkat pertama, dengan porsi sebesar Rp238,49 triliun, Asian Development Bank Rp118,88 triliun, dan Islamic Development Bank Rp10,82 triliun.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah akan terus mengelola utang Indonesia dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia ingin agar utang pemerintah mampu disalurkan kepada sektor produktif, sehingga berimplikasi lebih kepada masyarakat.
“Kami terus kelola (utang) secara baik. Defisit di APBN sudah disetujui oleh DPR, dan kami akan kelola dengan baik,” katanya. (red)










