MEDANHEADLINES, Medan – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (KPP) Sumatra Utara akan membentuk tim gabungan untuk melakukan pengecekan terhadap hewan kurban yang beredar di masyarakat jelang Hari Idul Adha 1438 Hijriah,
Kadis KPP Sumut, Dahler, melalui Kabid Kesehatan Hewan, Mulkan Harahap mengatakan, tim yang terdiri dari Dinas KKP Sumut, termasuk UPT. Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas KPP Sumut, dan stackholder lainnya ini akan melakukan pemeriksaan agar mengetahui kesehatan Hewan yang akan dikurbankan apakah sudah aman untuk dikonsumsi.
“Kami akan melakukan koordinasi ke dinas peternakan Kabupaten/Kota se-Sumut. Tim ini juga akan mendatangi tempat-tempat penjualan hewan kurban dan masjid,” Ungkapnya.
Mulkan juga Menjelaskan, tim ini nantinya juga mengecek kesehatan hewan kurban dari berbagai jenis penyakit menular seperti antraks dan sebagainya.
“Sejauh ini penyakit hewan menular seperti antraks tidak pernah terjadi. Sumut aman terkendali dari penyakit menular. Meski demikian tetap akan dicek segala macam jenis penyakit menular lainnya,” lanjutnya.
“Selain itu, kami mengecek hewan kurban yang terkena cacing hati. Ada pemeriksaan sebelum dan sesudah disembelih,” tambahnya.
Senada dengan Mulkan, Kasi Higenis dan santitasi UPT. Kesehatan masyarakat Veteriner DKPP Sumut, Hendra Sutrisno Marbun mengatakan, tim juga akan memberikan edukasi kepada petugas hewan kurban di masjid-masjid.
“Seperti pemilihan kantong plastik yang tepat yakni harus bening, tidak boleh berwarna termasuk plastik daur ulang, kemudian kami himbau jeroan hewan kurban harus dipisahkan dari daging lainnya,” ucapnya.
Hewan kurban, lanjutnya, yang sudah diperiksa kesehatannya oleh pihak Dinas KPP Sumut memiliki tanda kusus berupa huruf S.
“Perusahan hewan atau penjual ternak yang sudah periksa biasanya ditandai huruf S di tubuh hewan. ‘S’ sebagai tanda hewan dinyatakan sehat oleh petugas. Jadi kami menghimbau jangan membeli hewan kurban asal-asalan,” Jelasnya.












