MEDANHEADLINES – Realisasi Pertumbuhan pada tahun 2017 tergolong rendah dibanding beberapa tahun terakhir membuat daya beli masyarakat menjadi lesu
Hal ini dilihat dari Catatan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang hanya tumbuh sekitar 3,7%.hingga akhir Juni.
“Semester pertama kita pakai data Nielsen, sampai Juni dan puncak lebaran Cuma naik 3,7%, ” kata Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta
Menurut Tutum, puncak penjualan bagi ritel sektor makanan akan tergantung dengan tiga aktivitas besar seperti Lebaran, liburan sekolah, dan tahun baru. Namun, momen Lebaran yang jatuh di periode Juni, tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan konsumsi masyarakat.
Tutum memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan konsumsi sektor ritel di Indonesia tumbuh di kisaran 7-8%. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memberikan promo potongan harga besar-besaran di pertengahan Agustus dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
“Perkirakan maybe yes maybe no mendekati 7%-8% itu sudah baik, kalau dari 2015 itu bisa full year itu 15%,” jelasnya.(red)










