MEDANHEADLINES.- Langkah pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menjaga tekanan inflasi tahun lalu mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Menurutnya hasil kerja tersebut terbukti dengan mencetak rekor sebagai inflasi terendah dalam 7 tahun terakhir.
“Sejak Rakornas TPID tahun lalu, angka final inflasi itu 3,02%. Terendah dalam 7 tahun ini,” kata Jokowi, dalam paparan pada acara Rakornas TPID di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Dikatakannya, keberhasilan ini karena dilakukannya sejumlah terobosan dan inisiatif yang lebih tinggi oleh Pemda.
“ Pertama adalah informasi. Setahun ini telah banyak dibangun jaringan-jaringan, sarana-sarana dan prosedur untuk menyebarluaskan informasi mengenai harga pangan sehingga lonjakan harga bisa diketahui dengan cepat,” ungkapnya.
Dan yang Kedua, menurut Jokowi, informasi yang disajikan saat ini pun semakin akurat dan tepat waktu. Hal ini memungkinkan respons bisa lebih cepat apabila ada harga yang naik.
“Sehingga kalau ada barang tertentu yang mahal di satu tempat, tapi murah di tempat lain, barang yang ada di lokasi murah itu bisa dikirimkan cepat ke tempat yang mahal tadi. Artinya mengenai distribusi dan pasokan sangat penting sekali,” ungkapnya.
Ketiga, adalah budaya organisasi di berbagai instansi pemerintah yang menurutnya semakin awas dan memberi perhatian terhadap stabilitas harga.
“Sekarang sudah mulai membudaya di daerah-daerah bahwa lonjakan harga itu sesuatu yang tidak bisa ditolerir oleh kita. Dulu harga naik dianggap biasa, sekarang harus dianggap tidak biasa. Ini masalah orientasi mental, mindset,” jelasnya. (red)










