MEDANHEADLINES – Pada hari pertama masuk sekolah, Puluhan Siswa Sekolah Dasar (SD) 044831 Gung Pinto, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo yang merupakan Korban Letusan Gunung Sinabung terpaksa belajar dengan kondisi terjemur Matahari.
Hal ini terjadi karena , Tenda tempat mereka biasa melakukan aktivitas belajar roboh diterpa angin dan ditambah lagi dengan kondisi Tenda yang memang sudah lapuk akibat dimakan usia serta debu Vulkanik Gunung Sinabung.
” Saat ini anak-anak belajar di bawah sinar matahari, mereka mengangkat kursi dan meja untuk belajar dilapangan terbuka ” ungkap Kepala Sekolah SD 044831 Gung Pinto, Heriani Br Sembiring
Heriani menjelaskan, pihak sekolah sudah memberitahu kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, baik secara lisan maupun tulisan namun belum mendapat respon
“Kami sudah koordinasi berulang kali ke dinas pendidikan, namun sampai sekarang belum ada tanggapan untuk memperbaiki tenda,” jelasnya.
Heriani menuturkan, saat ini ada tiga tenda besar untuk tempat belajar anak-anak. Ketiga tenda tersebut diisi oleh 81 siswa.
“Tiga tenda itu dibagi dua, jadi ada enam kelas yang diisi 81 siswa, diantaranya 34 siswi perempuan dan 47 siswa laki-laki,” tuturnya.
Ia juga berharap agar pemerintah segera membangun tenda Baru agar kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ini tidak terganggu.
“Kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun tenda kami. Biar anak-anak belajar tidak di bawah panas matahari. Kalau bisa hari ini diperbaiki biar bisa belajar besok,” Jelas Heriani.(lbs)












