Presiden : Pengembangan komoditas unggulan daerah monoton

MEDANHEADLINES – Presiden Joko Widodo mengungkapkan Keluh kesahnya terhadap Monoton dan tidak bervariasinya  pengembangan jenis komoditas yang ditanam sebagai unggulan di daerah-daerah

Presiden mencontohkan kakao, di mana pernah membludak namun sempat mengalami penurunan harga yang cukup drastis.

“Sekarang diwajibkan ada industri kakao di sini, buat industri cokelat. Kebun kakao tidak dikembangkan sehingga antara supply dan demand enggak seimbang sehingga kita impor kakao. Kan enggak boleh seperti itu harusnya daerah yang memang siap ditanami kakao tanam, kopi tanam,” ujar Presiden.

Peluang-peluang dalam komoditas unggulan ini harus dapat dilihat oleh para kepala daerah, Mengingat orang yang dinilai memahami karakter wilayahnya adalah wali kota, bupati dan gubernur daerah tersebut.

“Jangan misalnya masyarakat diajak nanam sawit, begitu harga jatuh ya jatuh semua, nanam karet harga jatuh, ya jatuh. Mana yang menguntungkan mana tidak, petani diajak kesana (diskusi). Kalau ada yang lebih baik, menjanjikan, tanam itu. Kita terlalu lama berpikir linier rutinitas,” ujar Presiden.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.