Komnas Perlindungan Anak: Jangan Ajak Anak Demonstrasi

MEDANHEADLINES – Maraknya berbagai aksi Unjuk rasa yang terjadi di Indonesia dan melibatkan Anak-anak membuat Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) angkat bicara.

Melalui siaran Persnya, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengingatkan kepada seluruh orangtua agar  tidak mengajak anaknya saat menggelar aksi unjuk rasa karena akan mempengaruhi tumbuh kembang mental anak.

“Tanpa sadar, ketika kita mengajak anak saat aksi, kita seringkali mengajarkan anak untuk tidak menyukai dan bahkan tidak peduli terhadap simbol-simbol keberagaman. Akibatnya, akan tumbuh perilaku intoleransi diantara sesama anak,” ungkapnya

Arist juga mengatakan, anak-anak di masa pertumbuhan sangat mudah menyerap apa yang dilihat dan didengarnya. Jika anak terus dihadapkan dengan kondisi intoleransi, maka kedepan akan tumbuh sikap krisis sosial pada diri sang anak.

“Ini tidak boleh terjadi. Harusnya, anak di masa pertumbuhan diajarkan untuk saling mengasihi. Sehingga, tidak akan muncul rasa kebencian di dalam diri sang anak apabila berhadapan dengan perbedaan,” katanya.

Arist juga mencontohkan, seperti halnya aksi buruh, aksi berkaitan dengan bela agama, ataupun aksi kampanye politik, banyak orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan tersebut. Padahal, selain dari segi keselamatan anak yang terancam namun juga dapat menimbulkan sikap intoleransi di dalam diri sang anak

“ Orang tua harus bijak agar tumbuh kembang anak tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif,” tegasnya.(lbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.