MEDANHEADLINES – Tingginya tingkat kesenjangan ekonomi yang begitu besar antara si kaya dan si miskin dapat menjadi salah satu pemicu munculnya radikalisme.
Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin usai pembukaan Kongres Ekonomi Umat (KEU) di Jakarta.
“Kesenjangan ekonom bisa menimbulkan radikalisme, konflik ekonomi dan kesenjangan sosial. Oleh karena itu harus dihilangkan atau paling tidak diperkecil,” ujar Ma’ruf
Lebih lanjut,Ma’ruf mengatakan, jika masyarakat sudah makmur maka semua paham radikal bisa hilang dan tidak ada lagi yang merusak kesatuan dan keutuhan bangsa.
“Kami sudah merancang skemanya seperti apa. Saat ini tim sudah bekerja. Banyak yang sudah disiapkan dan rancang skemanya.”
Maruf juga menyebut saat ini sekitar satu persen orang kaya penduduk Indonesia menguasai sekitar 50 persen aset negara.Padahal,menurutnya, masih banyak penduduk miskin di Tanah Air.
“Islam mengajarkan bahwa kekayaan tersebut tidak hanya dimiliki orang kaya itu saja, tetapi juga dirasakan masyarakat lainnya.” pungkasnya
Dia menegaskan bahwa keadilan sosial baru bisa dirasakan masyarakat jika pemerataan ekonomi terjadi di masyarakat.
“Negara harus menguasai hidup hajat banyak orang. Jangan sampai rakyat menjadi objek penderita saja,” cetusnya. (antara)












