MEDANHEADLINES,Medan – Sosialisasi Alternatif Berinvestasi di Pasar Modal Bagi Para Pegawai Pemko Medan yang terselenggara atas kerjasama Pemko Medan dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut secara resmi di buka Oleh Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi
Dalam acara Sosialisasi yang diselengarakan di Balai Kota Medan, Kamis (13/4/2017) ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi para pengawai di lingkungan Pemko Medan mengenai investasi yang aman di pasar modal.
Didampingi Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis, Wakil Wali Kota berpesan agar pihak OJK dalam sosialisasi ini, dapat menjelaskan mengenai investasi yang aman di pasar modal. Dengan demikian masyarakat, termasuk para pegawai di jajaran Pemko Medan tidak salah dalam berinvestasi, mengingat saat ini tidak sedikit beroperasi investasi bodong.
“Saya atas nama Pemko Medan sangat mengapresiasi dengan diadakannya sosialisasi ini, karena OJK berkenan memberikan pengetahun tentang investasi kepada para pegawai Pemko Medan yang pada umumnya sangat awam terhadap produk investasi ini,” kata Wakil Wali Kota.
Kemudian Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan terima aksih kepada pihak OJK yang telah meluncurkan berbagai program dengan tujuan menghidupkan pasar modal di Kota Medan. Oleh karenanya Akhyar pun berharap sosialisasi dapat brjalan dengan lancar dan sukses, sehingga menambah wawasan masyarakat, terutama pegawai Pemko Medan sehingga semakin berminat menabung saham dan reksadana.
“Yang lebih penting lagi, saya berharap melalui sosialisasi ini, pihak OJK juga dapat menjelaskan bagaimana cara membedakan antara investasi yang aman dan investasi yang bodong. Hal ini sangat penting agar masyarakat, termasuk pegawai Pemko Medan tertarik berinvestasi dan tidak tertipu dengan investasi bodong,” pesannya.
Sementara itu,Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Lukdir Gultom menjelaskan, tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini yakni sebagai langkah penting yang filakukan OJK untuk memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat, guna mendapatkan hasil investasi terbaik di masa depan.
“Selain ingin memperkenalkan lebih jauh pasar modal, sosialisasi yang kita lakukan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat mengenai investasi yang aman di pasar modal. Sebab, tercatat sekitar 406 perusahaan melakukan investasi bodong di Indonesia. Dengan sosialisasi ini, kita harapkan masyarakat semakin tertarik untuk berinvestasi, baik dalam bentuk saham maupun reksadana,” jelas Lukdir. (rls)












