Longsor Ponorogo, Retakan baru muncul 299 jiwa diungsikan

MEDANHEADLINES – Di saat proses evakuasi 25 korban longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung masih terus dilakukan, Tim gabungan kembali menemukan Tanah retak yang berpotensi longsor di wilayah lain yang ada di Ponorogo.

Tanah retak disertai bunyi gemuruh menyebabkan warga panik di Dusun Watu Agung Desa Dayakan, Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo pada Rabu (5/4/2017) pukul 16.00 Wib. akibatnya Sebanyak 78 KK yang terdiri dari 269 jiwa pun diungsikan ke tempat yang lebih aman karena Warga takut akan terjadi longsor seperti yang terjadi di Desa Banaran pada 1/4/2017 lalu.

“ Tanah retak di Dusun Watu Agung,  Desa Dayakan semula lebar 30 cm, tepatnya di lingkungan Salam. Tanah retak terus melebar. Hingga saat ini keretakan tanah ada yang mencapai lebar 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 3 meter, posisi ketinggian 300 meter. Makin melebarnya retakan tanah menyebabkan masyarakat takut akan adanya longsor sehingga masyarakat masih mengungsi. Beberapa dinding rumah dilaporkan telah terjadi keretakan akibat tanah yang bergerak,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BPBD Kabupaten Ponorogo telah menghimbau secara resmi melalui Camat Badegan yang ditandatangi Kalaksa BPBD agar warga tetap waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman

“BPBD telah menyiapkan tenda pengungsi dan kebutuhan logistik yang diperlukan. Saat ini masyarakat patuh dengan himbauan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan lagi korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. 25 korban masih hilang. Operasi SAR pada hari Jumat (7/4/2017) dimulai pada pukul 07.00 wib yang dengan briefing dan pembagian tugas. Tim SAR gabungan sebanyak 686 orang terbagi menjadi 4 sektor yaitu A, B, C, dan D. Penambahan sektor D bertugas mengurai material longsoran yang menutup aliran sungai dan mencari korban.

“ Memang tidak mudah mencari korban karena tebalnya material longsoran yang mencapai 30 meter di lereng bawah makota longsor. Volume material longsoran diperkiran mencapai 2-3 juta meter kubik dengan panjang dari bukit asal longsor hingga titik terakhir longsor mencapai 1,22 kilometer,” papar sutopo.

Kendala lain adalah cuaca yang sering hujan pada siang hari. Hampir setiap hari hujan sehingga operasi SAR dihentikan pada pukul 14.30 Wib. Sebanyak 10 alat berat masih dikerahkan mencari korban. Aksesibilitas lokasi longsor yang cukup sulit dijangkau. Selain itu juga petugas SAR sudah mengalami kelelahan setelah bekerja selama 6 hari sehingga perlu diganti dengan petugas yang baru.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.