MEDANHEADLINES,Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (POLDASU) masih melakukan penyelidikan terkait Penyebab banjir bandang yang terjadi di Kota Padang Sidempuan, Minggu (26/3/2017) lalu.
Penyelidikan ini dilakukan karena saat terjadi banjir,terdapat banyak batang-batang pohon besar yang hanyut terbawa air hinga ke pemukiman penduduk.
Meskipun diduga penyebab banjir diakibatkan perambahan hutan namun Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting.menjelaskan, sampai saat ini kemungkinan perambahan hutan belum bisa dipastikan.karena masih terus dilakukan pendalaman terhadap kasus ini.
“Kami masih mendalami penyebabnya dan akan ditindaklanjuti. Untuk membuktikan adanya perambahan hutan, petugas masih mengumpulkan bukti di lapangan, kemudian dipelajari lagi status lokasi itu seperti apa,” jelas Rina.
Rina juga menjelaskan Tim dari Polda Sumut telah bergabung dengan Polres Padang Sidempuan untuk melakukan Penyelidikan penyebab utama banjir yang mengakibatkan korban jiwa ini
“ Tim sedang melakukan penyelidikan serta mengumpulkan informasi-informasi penyebab terjadinya banjir tersebut,” ujarnya.
Diketahui , hujan deras memicu air Sungai Batang Ayumi meluap dan menyapu rumah-rumah di pinggiran sungai, Minggu (26/3/2017) malam. Saat banjir bandang, air sungai bercampur lumpur dan batang-batang pohon menyapu pemukiman warga. Akibat kejadian tersebut, enam kecamatan di Padang Sidempuan terkena dampak.
Adapun Total kerusakan di wilayah tersebut mencakup 17 rumah rusak, 17 rumah hanyut, 7 kendaraan hanyut serta 7 korban jiwa.(lbs)











