PSMS VS PERSIB,Djajang Nurdjaman :  ” Ogah” kalah

MEDANHEADLINES,Medan –Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman  mengungkapkan ke “ogahannya “ untuk kalah dalam laga Uji coba yang akan dilakoni Persib saat berhadapan dengan PSMS Medan,Minggu (26/3/2017) besok di Stadion teladan Medan.

Meski bertajuk laga Uji coba,namun Persib tidak akan memandang sebelah mata skuad PSMS Medan itu,karena baginya PSMS merupakan musuh bebuyutan Persib sejak Liga perserikatan.

“Kami (Persib) tidak ingin kalah. Kami akan berusaha memenangkan pertandingan menghadapi PSMS ini,” ujar Djadjang Nurdjaman ‎saat memberikan keterangan pers di Stadion Bunga, Medan.

Dalam  laga “El Clasico” cita rasa Indonesia tersebut kata Djadjang,bukan saja ditunggu oleh pencita sepak bola medan namun juga ditunggu publik pencinta sepak bola Jawa Barat khususnya Bandung.

Untuk itu, Persib tidak main-main menghadapi tim berjuluk Ayam Kinantan besutan pelatih Mahruzar Nasution tersebut.

“Walaupun Hasil tidak menjadi ukuran, tapi kami berharap bisa menurunkan semua pemain pada laga uji coba nanti,” ucap Djadjang

Skema bermain terbuka, akan ditujukan Persib Bandung melawan PSMS Medan, nantinya. “Apa lagi di setiap pertemuan kedua tim selalu panas. Ini juga merupakam laga uji coba perdana dari tiga pertandingan yang direncakan dalam uji coba tim,” ucapnya.

Sementara itu,dikubu PSMS medan, jelang laga ini  PSMS terus melakukan memperbaiki lini depan sebagai strategi penyerangan untuk menembus jantung perlawanan dalam laga debut tersebut. Selain itu, pola permainan transisi menjadi senjata yang diharapkan bisa meredam soliditas penyerangan Maung Bandung.

“Kami akan mainkan pola permainan transisi. Bermain transisi bertahan dan menyerang dan sebaliknya. Tapi tentu kami tidak bisa jabarkan secara detil,” sebut Pelatih PSMS Medan, Mahruzar Nasution.

Dalam sesi latihan yang digelar, ‎Mahruzar menginstruksikan kepada Legimin Rahardjo cs untuk bermain terbuka dengan pressure (tekanan) kepada pemain Persib Bandung. Meski dalam pertandingan persahabat ini, PSMS Medan harus menunjukan permainan terbaiknya didepan ribuan pendukungnya di Stadion Teladan, Medan.

“Membangun serangan seefektif mungkin dengan permainan simpel, begitu juga ketika bola berada pada emain lawan, sebisa mungkin melakukan pressing terhadap lawan,” kata mantan asisten pelatih timnas U-19 tersebut.

Begitu juga, sang pelatih juga melihat stamina dan kekuatan tim dari kekompakan anak asuhnya menghadapi pertandingan tersebut. “Dari pengalaman saya, cedera terjadi karena pemain mainnya nanggung, seperti ketika mengambil bola, dia ragu antara ambil atau tidak. Tapi menurut saya, kalau pemain siap, mudah-mudahan tidak akan cedera. Boleh main keras tapi dengan bola,” tegasnya.(lbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.