Musuh terbesar Indonesia, Pengamat : RADIKALISME

MEDANHEADLINES – Pengaruh asing yang masuk ke Indonesia saat ini bukan saja terlihat dalam Aspek ekonomi dan Politik saja,namun sudah masuk ke ajaran- ajaran yang disebut Radikalisme.

“Sekarang perang kita bukan lagi melawan Malaysia atau Singapura, melainkan perang melawan ideologi-ideologi yang mengacuhkan kemanusiaan seperti radikalisme,” ujar Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens dalam diskusi bertema Merawat Kebangsaan, yang digelar di Jakarta.
Menurutnya Tindakan tersebutmerupakan pembelajaran yang sangat buruk untuk generasi ke depan.
“Maka itu, saya menganggap ini ancaman serius bagi eksistensi suatu bangsa,” ujar Boni.
Oleh karena itu, ia mengajak publik untuk mulai meninggalkan budaya “silent majority”, dimana sebagian besar masyarakat hanya memilih diam, walaupun menyadari banyaknya tindakan radikal.
“Antiradikalisme ini harus kita suarakan. Kalau dari 250 juta penduduk Indonesia, sekitar lima hingga 10 juta merupakan kaum radikal dengan mereka setiap hari berpikir sistematis untuk membuat kekacauan, maka kita yang 240 ini hanya akan tidur nyenyak hingga tumbang semua,” terangnya.

sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.