Wartawan dipukul, Pemberitaan terkait Pemprovsu di Boikot

MEDANHEADLINES,Medan – Pasca unjuk rasa yang dilakukan oleh para wartawan di  kantor Gubernur dianggap tidak mendapat tanggapan serius dari Gubernur,para awak media sepakat melakukan pemboikotan tehadap pemberitaan terkait Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Pemboikotan itu pun mendapat dukungan dari organisasi jurnalis yang ada diSumut,Salah satunya adalah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut.

Salah satu perwakilan IJTI Sumut,Harizal mengungkapkan,IJTI mendukung pemboikotan yang dilakukan oleh rekan-rekan media dan mengutuk keras tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP yang bertugas di kantor Gubsu.

“Secara organisasi, IJTI Sumut menyesalkan tindak kekerasan. Yang dialami oleh jurnalis yang bertugas di kantor Gubsu. Seharusnya tindak kekerasan ini tidak perlu terjadi terhadap jurnalis ataupun masyarakat. Karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan nafas pemerintahan yang good goverment dan good governance dan juga telah melanggar UU No. 40 tentang Kebebasan Pers,” ungkapnya.

Rizal menambahkan IJTI Sumut juga meminta Gubernur untuk segera melakukan evaluasi terhadap sikap dan perilaku seluruh jajaran SKPD yang ada dijajaran Pemprovsu. Selain itu, ia juga minta agar Gubernur menindak tegas pelaku kekerasan terhadap jurnalis dan mengkaji ulang penempatan ataupun perekrutan tenaga outsoutching Satpol PP dilingkungan Pemprovsu.

Sementara itu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sumut melalui perwakilannya Zulkifli Tanjung juga  menyayangkan insiden pemukulan itu.

“Kalau PWI Sumatera Utara tentu sangat menyayangkan insiden yang terjadi. Kalau kita inginnya semua jurnalis bekerja secara profesional. Tanpa ada yang menghalangi,” katanya Rabu (14/07/2017).

Zulkifli berharap agar Gubernur Sumatera Utama selaku pimpinan tertinggi bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera

“Kita berharap Gubernur Sumatera Utara selaku pimpinan tertinggi, untuk menyelesaikan masalah ini. Karena kita ingin ada solusi yang bisa mendamaikan,” pungkasnya.

Diketahui ,unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan wartawan itu digelar sebagai bentuk protes terhadap insiden pemukulan 3 orang wartawan yang dilakukan seorang oknum Satpol PP ,Selasa (14/3/2017)

Namun sejak unjukrasa digelar baik Gubernur maupun wakilnya tak satupun yang menemui para awak media,sehingga wartawan pun melakukan pemboikotan terhadap pemberitaan karena menganggap gubernur menyepelekan Permasalahan ini.(pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.