Minim pengembangan pemain muda jadi kelemahan Indonesia

MEDANHEADLINES – Sejak ditunjuk PSSI sebagai pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Luis Milla sudah mulai mengamati dan membaca sepakbola Indonesia,baik informasi yang ia dapat langsung dari PSSI, pengamat sepak bola,media,bahkan dengan cara turun langsung memantau pertandingan-pertandingan yang digelar di berbagai daerah di Indonesia..

Meski sang pelatih sedang sibuk menyeleksi talenta-talenta muda yang ditargetkan meraih medali emas di SEA Games 2017. Namun mantan pelatih Real Zaragoza ini meluangkan waktu untuk berbicara dan berbagi pengetahuan dalam forum kursus lisensi pelatih C AFC yang diselenggarakan PSSI.

Salah satu hal paling ia sayangkan selama ia melakukan pemantauan adalah peran klub yang sangat minim dalam pengembangan pemain muda, menurutnya, Klub-klub di Indonesia seperti tak terlalu peduli dengan upaya mencetak pemain-pemain masa depan.

“Di Spanyol dan di kebanyakan negara Eropa, sudah ada manajemen yang bagus dan pondasi kuat. Kalau ada pemain U-13 dan U-15 muncul, mereka sudah tahu akan bermain di mana selanjutnya,” kata Luis Milla.

Milla mengungkapkan,di negara-negara yang sepakbolanya sudah maju, semua klub sangat serius mengembangkan tim yuniornya. Salah satunya dengan membangun akademi sepakbola yang selalu haus melakukan rekrutmen, pembinaan dan promosi sesuai jenjang usia yang ideal.

“Semua itu karena radar klub sudah bergerak sejak dini. Nah, di Indonesia menurut saya hal itu tidak ada,” tutur Luis Milla.

Hal inilah yang menurut milla menjadi salah satu faktor kelemahan yang ada di tim Indonesia.sehingga sangat penting bagi Indonesia  agar pembinaan pemain muda tak lagi sekadar menajdi slogan mentereng, tetapi juga menjadi program konkret yang nantinya akan dapat mengasilkan pemain –pemain sepak bola yang berkualitas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.