Sumut  

Menghadapi MEA Perawat Sumut harus tingkatkan standarisasi

MEDANHEADLINES-, Medan – Gubsu Ir H T Erry Nuradi berharap agar perawat di Sumut dapat meningkatkan standarisasi dalam hal pelayanan kesehatan. Apalagi saat ini tantangan bagi perawat semakin berat seiring dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal ini diungkapkan gubsu saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumut Periode 2016-2021 di Aula Martabe Lantai 2 Kantor Gubsu Jalan P.Ponegoro No.30 Medan,  ” saat ini perawat dari Philipina sedang belajar bahasa Indonesia. Itu artinya mereka bersiap untuk masuk ke Indonesia. Kalau hal ini tidak dibentengi dengan sumber daya perawat kita baik tentu ini akan menjadi ancaman bagi perawat yang tidak memiliki kompetensi. “ujar Erry.

Dikatakan Gubsu, dengan diberlakukannya MEA maka akan banyak perawat-perawat yang ada di Asean yang akan bekerja di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Sumatera Utara. Untuk itu perlu peningkatan standarisasi bagi perawat-perawat guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) perawat yang mampu bersaing dengan perawat-perawat dari negara Asean.

“Jangan sampai perawat Indonesia, khususnya perawat Sumut menjadi penonton di Negeri sendiri,”ujar Gubsu seraya mengharapkan agar perawat di Sumut diakui bekerja di rumah sakit rumah sakit di luar negeri paling tidak di kawasan Asean.

Sementara itu Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah menyampaikan saat ini pihaknya terus berbenah lewat program kerja menyelesaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang dimiliki perawat di Indonesia seperti halnya soal kesejahteraan. Pasalnya hingga saat ini masih banyak perawat di daerah yang digaji dibawah UMP maupun UMK. Dalam kesempatan itu Arif Fadhillah juga mengingatkan agar perawat meperhatikan etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pasien. Pasalnya menurut Arif Fadhillah belakangan ini pihaknya banyak mendapat keluhan terkait banyaknya perawat yang kurang beretika.

“Banyak keluhan sampai kepada kita belakangan ini. Makanya kami sedang merancang metode pembelajaran, dan bahkan kurikulum untuk pendidikan soal etika. pelatihan-pelatihan perawat, nantinya harus masuk pelajaran soal etika. Perawat itu profesi yang mulia. Jadi jangan pernah perawat merendahkan kemuliaannya. Pesan saya kepada perawat mari kita layani masyarakat, pasien kita ini dengan memanusiakan manusia. Jangan sampai sekecil apun terlintas untuk tidak memanusiakan pasien kita,”ujarnya. (RLS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.