Medan  

Harapan dibalik Internasional Conference social and political Development (ICOSOP) 2016 di Medan

MEDANHEADLINES, Medan – Kegiatan International Conference Sosial and Political Development  (ICOSOP) 2016  diharapkan mampu memberi sumbangan solusi bagi masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan yang merupakan kerja sama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemko Medan ini diikuti oleh 135 peserta presenter maupun partisipan dengan menghadirkan Prof Dr Muhmmad Syukri Salleh (University Sains Malaysia), Prof Dr james K Cam,pbell (Deakin University Australia) dan Prof dr Vedi R Hadiz (The University of Melbourne) sebagai nara sumber.

Dekan FISIP USU, Dr Muryanto Amin MSi menjelaskan, ICOSOP 2016 ini digelar untuk memberikan solusi yang konstruktif bagi pemerintah dan rakyat. Untuk itu ada 9 topik yang dibahas dalam konfrensi ini yakni government business and civil society, local wisdom (culture and law), public policy and administration, ethic and law in social media, political party (parliament and general election), global competition and ethic, character building and education dan gender and women movement.

“Melalui konfrensi ini diharapkan dapat mengurai masalah yang bervariasi dan semua harus peduli. Untuk itu acara seperti ini akan terus digelar setiap tahun agar terus memberikan kontribusi positif, baik untuk akedemisi maupun yang lainnya,” ungkap Muryanto.

Sementara itu Walikota medan Dzulmi eldin yang membuka kegiatan ini di grand aston mengungkapkan kegiatan ini diharapkan menjadi sumbangan yang baik untuk pembangunan negri apa lagi di era global seperti saat ini.

“Pembangunan yang berbasis hasil penelitian tentunya akan membuahkan hasil yang jauh lebih baik menuju Indonesia yang lebih besaing di era global,” kata Wali Kota.

Eldin juga mengingatkan walaupun berada di era Globalisasi namun tidak lupa bahwa nilai-nilai luhur budaya bangsa  jangan sampai ditinggalkan.

“Dalam era global village ini, budaya bangsa yang kokoh akan mampu menjadi benteng pertahanan menghadapi serbuan budaya yang datang dari luar,” tegasnya.(RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.