UPAYA MEMBONSAI 4 NOVEMBER (Bag 1)

MEDANHEADLINES, – Terkait demonstrasi yang akan digelar ummat Islam 4 November di Jakarta secara besar-besaran, jelas pemerintah sangat khawatir. Pra-kondisi aksi serupa di berbagai daerah menjelang hari-H telah memantik antusias hangat yang tentu menjadi bukti bahwa 4 November tak bisa dianggap remeh. Lebih seru dan panas lagi pra-kondisi melalui medsos yang selalu menjadikan demo 4 November sebagai viral semakin memastikan bahwa 4 November akan dijadikan ‘perlawanan’ yang terbuka kepada pemerintah yang dianggap tidak pernah tegas jika sudah menyinggung masalah-masalah yang menyeret Ahok. Bahkan melalui medsos ‘perang opini’ antara haters dan lovers demo 4 November sudah terjadi lebih dahulu, lengkap dengan berbagai argumen mulai dari argumen ‘jalanan’ hingga yang tampak rasional. Plus, sumpah serapah serta caci maki tak terelakkan menyembul ditengah dunia jagad maya setiap harinya. Kebencian terhadap Ahok seolah benar-benar akan ditunggu hingga sampai klimaks-nya pada 4 November mendatang. Apalagi beragam ancaman untuk ‘jihad’, ‘perang’, ‘siap mati, dan terakhir ‘surat wasiat’ pun sudah muncul mewarnai jagad medsos telah menjadi pupuk berdosis tinggi yang semakin menyuburkan gelegar upaya ‘tangkap Ahok’ dan kebencian terhadap sikap pemerintah yang tak responsif.

Jelas Pemerintah maupun aparat keamanan ‘blingsatan’ dengan situasi dan kondisi menjelang 4 November. Terlebih aparat keamanan jelas telah menghitung masak-masak resiko yang akan muncul bila salah bertindak dan bersikap terkait demo 4 November. Banyak skenario yang coba dibuat untuk meredam ekskalasi demo, mulai dari siaga satu utamanya di DKI, jumlah personil yang terlibat, bantuan dari TNI, hingga metoda penanganan massa aksi. Belum lagi publikasi pernyataan semua petinggi pemerintah turut disampaikan kepada publik untuk mendinginkan suasana mulai dari pernyataan Kapolri, Panglima TNI, hingga pernyataan Presiden sendiri. Tidak ketinggalan juga pernyataan untuk meredam amarah juga datang dari Megawati, Ketua PB NU, dan sejumlah Pimpinan Lainnya. Belum cukup juga, akhirnya Jokowi pun turun tangan untuk ikut meredamnya.

Bagi Jokowi membiarkan aksi ummat Islam 4 November 2016 berlangsung secara berdarah-darah di halaman depan istananya bukan hanya menjadi catatan dan mimpi buruk dalam masa kepemimpinanya namun bisa saja akan menjadi hari kelabu yang dapat mengoyak-ngoyak bangsa ini pada konflik horizontal yang lebih luas lagi. Jelas ongkos sosial yang akan ditanggung negara akan sangat besar dan tak terprediksikan. Karena itu, tidak ada cara lain selain menyiapkan strategi khusus yang serius untuk meredam demo 4 November 2016.

Penulis, Dadang Darmawan, M.Si

Dosen DIA FISIP USU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.