351 ORANG TEWAS DALAM 1.853 BENCANA YANG TERJADI DI INDONESIA SEPANJANG TAHUN 2016

MEDAHHEADLINES, – Menguatnya La Nina dengan intensitas lemah, Dipole Mode negatif dan hangatnya  suhu muka air laut di perairan wilayah Indonesia telah memberikan dampak meningkatnya bencana hidrometeorologi. Sejak Januari hingga Oktober 2016.

Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi Penanggulangan Bencana BNPB. Hingga kini sudah 1.853 kejadian bencana terjadi di Indonesia dan diprediksi akan Lebih banyak daripada kejadian bencana pada tahun-tahun  sebelumnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ,Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ,Hingga Oktober 2016 dari 1.853 kejadian bencana sekitar 89 persen adalah bencana hidrometeorologi yaitu bencana yang dipengaruhi oleh cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung dan gelombang pasang. Sisanya 9 persen adalah kebakaran hutan dan lahan, dan 2 persen bencana geologi yaitu gempabumi dan erupsi gunungapi.dari bencana yang terjadi  telah mengakibatkan 351 jiwa tewas.

“ Longsor  dan banjir adalah bencana yang paling mematikan dan telah menyebabkan 279 jiwa tewas “ ungkapnya.

Selain itu bencana telah menyebabkan 2,4 juta jiwa menderita dan mengungsi, 5.221 rumah rusak berat, 6.073 rumah rusak sedang, 18.441 rumah rusak ringan dan ratusan ribu rumah terendam banjir.

Dari sebaran kejadian bencana,sutopo mengungkapkan bahwa  Provinsi Jawa Tengah menjadi paling banyak  terjadi bencana . “ selama kurun waktu 2016,hampir disemua Provinsi terjadi bencana namun, provinsi jawa tengah yang paling banyak mengalaminya yaitu 456 peristiwa bencana , kemudian Jawa Timur 298, Jawa Barat 256, Kalimantan Timur 174, Aceh 70, serta Sumatera Barat 69 kali “ ucapnya.

Seiring meningkatnya curah hujan maka bencana akan diprediski semakin meningkat pula. Puncak hujan diperkirakan berlangsung antara Desember 2016 hingga Februari 2017 sehingga,  Daerah-daerah rawan banjir, longsor dan puting beliung berpotensi tinggi mengalami bencana.

“ Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Cermati peringatan dini cuaca dari BMKG. Perhatikan kondisi lingkungan di sekitar yang dapat berpotensi menimbulkan bencana karena Bencana terjadi saat kita tidak siap” imbuh sutopo .(RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.