Ricuh Demo Mahasiswa UMSU, Begini Kronologisnya

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Koalisi Rakyat Anti Kriminalisasi (Korak) telah menghimpun berbagai informasi dan data terkait dengan peristiwa kericuhan yang terjadi dalam aksi unjukrasa Mahasiswa Universitas Sumatra Utara pada 13 Oktober 2016.

Menurut Koordinator Korak Sumatra Utara Gumilar Aditya Nugroho, informasi tersebut berasal dari penjelasan para aktivis maupun mereka yang terlibat dalam aksi unjukrasa.

“Aksi demonstrasi yang berujung pemecatan ini berawal ketika pihak kampus membongkar paksa segala fasilitas yang ada pada salah satu sekretariat oraganisasi mahasiswa,” katanya mengawali kronologis kejadian, Kamis (20/10/2016).

Akibat dari pembongkaran paksa yang dianggap telah menimbulkan kerugian, muncul reaksi dari mahasiswa dan melakukan aksi demonstrasi ke Rektorat.

Para mahasiswa menolak pembongkaran sekaligus menuntut pihak kampus untuk mengembalikan fasilitas sekretariat.

Hal itu karena sekretariat tersebut dianggap penting menjadi wadah dan sarana untuk berdiskusi sebagai kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa.

Kemudian aksi demonstrasi mendapat sambutan keras dari pihak Rektorat, berupa pembubaran paksa dengan alasan aksi yang dilakukan tidak atas nama Badan eksekutif Mahasiswa (BEM).

Selain itu, aksi itu juga dianggap telah melanggar kebijakan kampus dalam hal menyampaikan pendapat.

Akibatnya terjadi kontak fisik antara mahasiswa dengan dosen beserta pihak keamanan yang sengaja sudah dipersiapkan oleh pihak kampus.

Sebelumnya, Koordinator Korak Sumatra Utara Gumilar Aditya Nugroho mengungkapkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan elemen mahasiswa yang tergabung di Korak, mereka menyepakati tiga point sikap terkait dengan kericuhan yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU).

“Pertama, kami mendesak pencabutan surat keputusan Rektor UMSU atas Pemecatan 21 orang Mahsiswa UMSU.”

Tuntutan kedua yakni mengecam tegas tindakan refresif yang dilakukan oleh pihak Rektorat UMSU terhadap aksi mahasiswa dan ketiga mereka meminta diberikannya kebebasan dalam beserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat terhadap mahasiswa.
Sumber: bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.