Lumba-lumba Sepanjang 1,7 M Ditemukan Mati Terdampar di Tapteng

MEDANHEADLINES.COM – Seekor lumba-lumba ditemukan dalam keadaan mati dan terdampar di Kelurahan Hajoran Indah, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Sabtu (15/5).

Satwa yang dilindungi itu, Saat ditemukan sudah dalam keadaan kondisi membusuk.

“Lumba-lumba ditemukan tepat di lokasi Batu Gajah, Kelurahan Hajoran,” kata Ketua Komunitas Pantai Barat Sumatra, Damai Mendrofa.

Dikatakan Damai, bangkai Lumba-lumba pertama kali ditemukan oleh salah satu warga sekitar.
Diperkirakan, bangkai lumba-lumba sudah terdampar beberapa hari yang lalu.

“Bangkai yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu juga sempat dibawa ke tengah laut lalu melepaskannya,” katanya.

Damai mengatakan, Lumba-lumba yang ditemukan itu memiliki panjang 1,7 meter.

Dari hasil identifikasi sementara, Lumba-lumba yang ditemukan itu merupakan jenis pemintal (Stenella Longirostris) atau Spinner Dolphin.

“Setelah kita melakukan penelusuran, akhirnya menemukan bangkai Lumba-lumba di pantai berjarak 800 meter dari lokasi awal terdampar,” ujar Damai.

Menurut Damai, pihaknya belum dapat memastikan kematian satwa yang dilindungi itu. Dugaan sementara, Lumba-lumba mati karena terpancing atau terjerat jaring nelayan.

“Karena kita melihat lidahnya terjulur panjang ke luar, tapi itu masih dugaan. Identifikasi lainnya, Lumba-lumba ini awalnya berkelompok. Dan dalam sebulan terakhir memang kita menerima informasi warga sering melihat Lumba-lumba di perairan Pandan melintas dan melompat,” ujar Damai.

Damai mengaku, saat ini pihaknya akan melakukan penanganan terhadap bangkai tersebut.

Rencananya, lumba-lumba akan dibawa dan ditenggelamkan ke tengah laut.

“Kita sedang berkordinasi dengan pak Hulu, pengelola objek wisata Batu Gajah dan beliau akan mendukung armada kapal untuk membawa bangkai dan ditenggelamkan,” katanya. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.