Presiden Minta Investor jangan dipersulit agar ekonomi Indonesia maju

MEDANHEADLINES – Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya investasi dari para investor Agar pertumbuhan ekonomi bisa terus bergerak Oleh sebab itu,ia menegaskan agar investor tidak dipersulit

“Artinya, yang tadinya menganggur bisa jadi bekerja,” tegas Presiden saat meresmikan pabrik PT Mitsubishi Motors Krana Yudha Indonesia (MMKI), di Jawa Barat.

Menurut Presiden, Indonesia sekarang semakin kompetitif salah satunya adalah industri otomotif. Ia menunjuk data yang disampaikan Menteri Perindustrian, bahwa pertumbuhan industri otomotif di Indonesia itu rata-rata 10% lebih. Dengan pasar yang besar seperti itu, Presiden Jokowi meyakini akan lebih banyak lagi investasi di bidang otomotif yang akan masuk di Indonesia karena pasarnya yang sangat besar.

Dengan semakin banyak investasi, lanjut Presiden, akan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia. Karena itu, kita juga harus pastikan bahwa kemampuan sumber daya manusia kita bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh kebutuhan industri yang berivestasi di Indonesia.

Presiden menegaskan, kemampuan sumber daya manusia adalah salah satu pilar utama kebijakan pemerataan ekonomi yang baru diluncurkan oleh pemerintah.

“Di sini kita akan menempuh dengan penguatan pendidikan vokasi, vocational school dan juga vocational training, serta kewirausahaan dan pasar tenaga kerja.,” ujarnya.

Ditegaskan Presiden, Pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan yang menemukan kecocokan kerja link and match atau job matching antara vokasi dan industri.

“Kita kuatkan program vokasi untuk industri yang memiliki asosiasi kuat dengan skema vokasional yang telah berjalan seperti di sektor otomotif, sektor pariwisata, dan sektor perhubungan. Sehingga, tenaga kerja kita tidak hanya pintar saat di kelas, tetapi juga handal di lapangan,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar dalam investasi di berbagai industri harus ada alih teknologi, alih pengetahuan juga diperhatikan.

“Terus lakukan pelatihan-pelatihan SDM-SDM lokal, bagus juga bila disiplin yang tinggi dalam budaya kerja SDM-SDM dari Jepang juga dibiasakan, bisa ditularkan kepada SDM-SDM di Indonesia,” pinta Presiden seraya mengingatkan, agar jangan ragu untuk melibatkan putera-puteri Indonesia dalam melahirkan inovasi-inovasi baru karena SDM Indonesia itu aslinya pintar-pintar semuanya.(setkab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.