MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemerintah Provinsi menggelar pasar murah untuk masyarakat yang terdampak Covid-10 di Gedung Serbaguna Pancing Jalan Williem Iskandar-Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (17/5).
Namun, Tujuan mulia itu tidak diikuti dengan pelaksanaan yang tepat sesuai dengan protokoler kesehatan yang keluarkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona
Warga yang datang harus mengantre tanpa jarak. Berdesakan dan berimpitan satu dengan yang lainnya, antrean pun sudah mengular sejak pagi. Bahkan warga menyebut jika mereka sudah disuruh antre sejak pukul 08.00 WIB.
Akibatnya Panitia kelimpungan karena jumlah warga yang membludak. Ditambah manajemen yang tidak jelas di lapangan.
“Pokoknya amburadul, warga di sana berdesakan,” ujar Hasan Basri, warga yang kebetulan berada di lokasi.
Kata Hasan, pasar murah itu dijaga oleh kepolisian. Namun jumlahnya hanya belasan. Sedangkan, jumlah warga yang mengantre diprediksi ribuan.
Hasan pun khawatir, pasar murah yang digelar Pemprov untuk membantu dalam kondisi pandemik malah membuat petaka baru. Kerumunan tanpa jarak aman bisa menimbulkan kluster baru penularan COVID-19 yang angkanya terus meningkat perlahan di Sumut.
“Semoga tidak sampai terulang lagi,” tukasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Ridho Haykal Amal mengatakan, jika pihaknya sudah mengimbau keras kepada warga yang berkerumun. Namun warga tidak juga mematuhinya. Warga yang berkerumun hanya berada di luar gedung. Sementara, di dalam gedung disesuaikan dengan protokol kesehatan.
“Kami dari Dinas Koperasi sudah bekerjasama dengan EO. Pengaturan ini dengan EO. Setelah diatur dengan EO, SOP yang ada semua masuk di dalam gedung. Kemudian ditutup lah gerbang yang ada di tribun itu. Tapi setelah ditutup antrean masih banyak (diluar). Ada 200 sampai 300 orang. Saya sudah sampaikan supaya menjaga jarak dan memakai masker serta mencuci tadiskon. ngan. Berkali-kali saya sampaikan itu. Rupanya saya lihat di luar ada antrean. Tapi mereka menyampaikan mereka mau dapat kupon,” ungkap Haykal via seluler.
Bahkan Haykal juga sudah menyampaikan akan membubarkan antrean jika masih melanggar protokol. Namun masyarakat tetap abai. “Karena prosedurnya di dalam sudah pas. Ini cerita di luar gedung. Harusnya kalau ada petugas keamanan yg lain, membantu saya juga untuk mengurai massa,” ujarnya.
Haykal menyadari jika masyarakat tidak sepenuhnya paham tentang pencegahan COVID-19. Sehigga mereka masih mengabaikannya demi membeli sembako dengan harga murah.
Pasar Murah digelar di empat lokasi sampai 21 Mei 2020. Mulai dari Eks Bandara Polonia, Medan, Markas Yon Zypur, Gedung Serbaguna Sumut dan Rumah Dinas Wali Kota Binjai. Setiap harinya, masing masing tempat menyediakan 600 paket dengan harga lebih murah dari pasaran. (red)












