MEDANHEADLINES – Pemerintah Melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah melakukan penandatanganan kontrak pengadaan 7 juta blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (e-KTP) pada minggu ketiga Maret lalu,oleh karena itu mulai April ini akan didistribusikan kembali secara bertahap.
“Akhir Maret sudah kita distribusikan sebagian untuk DKI Jakarta yang memasuki Pilkada putaran kedua. Sisanya April ini bertahap hingga selesai,” ujar Tjahjo Kumolo
Mendagri juga meminta maaf atas permasalahan keterlambatan pencetakan e-KTP itu karena hampir 100 pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam 1,5 tahun ini harus bolak-balik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pemeriksaan kasus korupsi e-KTP.
Selain harus menyediakan dan mendistribusikan 4,5 juta blanko e-KTP, menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, pihaknya juga harus menyediakan sekitar 3 juta blanko baru setiap tahunnya untuk pembuatan KTP lajang ke menikah, dari remaja ke dewasa, yang rusak, yang pindah alamat.
Selain itu, saat ini pihaknya juga sedang melakukan tender untuk pemeliharaan server yang sebelumnya dipegang oleh perusahaan Amerika Serikat.
“ Untuk Maret sudah kita kirim ke Jakarta lebih kurang 200 ribu untuk yang belum punya e-KTP. Kemudian, pada April ini akan didistribusikan untuk keluar daerah, dan kami mohon maaf, karena permasalahan yang dihadapi ini sangat kompleks,” kata Tjahjo.(setkab)












