MEDANHEADLINES.COM– Kerusuhan di Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih saja terjadi. Beberapa kali aksi KKB di Papua telah memakan korban. Korban tidak hanya dari aparat keamanan, namun juga masyarakat sipil.
Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid mengatakan, kerusuhan yang dilakukan KKB ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo.
Dalam hal ini, kata Fauka, presiden harusnya melihat secara detail, langkah-langkah apa yang harus dilakukan dengan segera. Keinginan Presiden untuk mewujudkan keamanan sangat tinggi, namun Predisen harus melihat orang tepat dalam menyelesaikan misi.
“Presiden harus memerhatikan secara khusus. Karena sudah banyak korban yang jatuh. Kita tahu Presiden punya niat kuat untuk menciptakan keamanan. Namun, di bawah belum menjalankan dengan baik. Maka dari itu, harus jelas dan tepat misi yang hendak dicapai, dengan penempatan orang yang tepat,”ujarnya saat berbincang dengan medanheadlines.com Kamis (26/12/2019).
Dikatakannya, Panglima TNI saat ini orang baik dan pintar. Namun, untuk menangangi aksi-aksi KKB di Papua, harus ditangani orang yang paham dan berpengalaman di bidang intelijen dan ahli pada perang hutan.
Saat ditanya wartawan, siapa orang yang tepat, Fauka pun menjawab, Kasad TNI Jenderal Andika Perkasa.
“Sudah banyak korban yang jatuh dari pihak sipil, TNI dan Polri. Maka, Presiden haru cepat mengambil sikap, agar jangan ada lagi korban sia-sia. Presiden harus segera ambil tindakan kalau perlu ada pergantian Panglima TNI agar masah KKB di Papua ini segera terselesaikan. Ada regenerasi dalam organisasi di jajaran TNI. Nah, kalau ditanya, ya yang pantas menurut saya kasad saat ini,”ungkapnya.
Menurut Fauka, Kasad paham tentang intelijen dan perang hutan. Hal ini akan mudah untuk menyelesaikan KKB di Papua.
“Ya Kasad, karena Kasad pernah ikut pendidikan Charlie dan beliau paham tentang perang hutan. Apalagi mertua beliau adalah pakar inteljen di Indonesia yang masih miliki jaringan baik nasional dan internasional. Beliau pasti akan ikut membantu.
Saya pikir presiden harus segera bertindak agar tidak ada korban lagi, baik sipil,TNI dan Polri,”pungkasnya. (raj)












