Ragam  

Vape Awarnes 2019 di Medan, Vapers Bantah Isu Vape Berbahaya Untuk Kesehatan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) yang berasal dari Sumatera Utara dan Aceh menggelar kegiatan bertajuk Vape Awarnes 2019 di Warung Kudeta, Medan, Sabtu (21/12/2019)

Salah satu tujuan kegiatan ini adalah membantah isu rokok elektronik ini memiliki bahaya yang lebih besar dari rokok. Bahkan para penikmat vape yang disebut Vaper ini  memamerkan hasil rontgen dadanya untuk membuktikan bahwa paru-paru pengguna Vape dalam keadaan yang sehat

” Kita ingin buktikan bahwa isu vape sebagai rokok elektrik yang berbahaya dibandingkan rokok konvensional itu keliru, jadi Sekitar tanggal 15 Desember yang lalu kita serentak menggelar rontgen dada, dan hasilnya memang dalam keadaan yang sehat, ” Ungkap Sekretaris Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Indonesia, Akbar Yasin

Ia juga menjelaskan, Penggunaan vape juga lebih banyak keuntungan dibanding rokok biasa. karena Zat yang terkandung dalam liquid vape tak berbahaya dibanding nikotin yang ada pada rokok biasa.

“Kalau rokok melepaskan asap, sebab rokok dibakar. Lain dengan vape yang melepaskan uap. Karena vape tidak membakar. Perlu ditegaskan, kalau penghirup uap vape tak berstatus perokok pasif, karena yang dilepaskan bukan asap tapi uap,” tukasnya.

Menambahi Akbar, Humas DPP Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Romedhal Aquino, menambahkan, vape saat ini semakin berkembang ini ditandai dengan terus bertambahnya jumlah pengguna serta pelaku usaha terkait produk tersebut.

” Di Indonesia jumlah pengguna Vape sudah menjapai 2 juta orang,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Saat ini memang banyak informasi yang salah tentang bahaya menggunakan vape.terlebih setelah adanya pemberitaan di Amerika yang menyatakan adanya korban meninggal akibat menghisap vape.

Romedhal menjelaskan, kasus tersebut terjadi karena liquid yang digunakan mengandung bahan-bahan terlarang seperti narkoba

” Kalo Di Indonesia, Liquid yang digunakan aman, apa lagi Pengusaha vape disini juga memiliki kode etik sehingga kejadian seperti itu bisa dihindarkan,” ujar Romedahl.

Sementara itu, Kabid Perekrutan Organisasi APVI Garindra Kartasasmita mengatakan,Selain tidak berdampak ke kesehatan, Disisi pendapatan, Cukai dari Industri Vape memberikan tambahan ke kas negara

” Hingga November 2019, Kas Negara bertambah Rp 700 Miliar yang berasal dari cukai industri vape,” ujarnya

Untuk Itu, Ia menyayangkan jika ada wacana pelarangan peredaran vape di indonesia

” Vape adalah pilihan alternatif pengganti rokok yang lebih sehat, Untuk itu wacana ini benar-benar harus di kaji lebih dalam oleh pemerintah,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.