MEDANHEADLINES.COM – Ratusan mahasiswa Unika Santo Thomas Sumatera Utara Kembali melakukan aksi solidaritas terkait penangkapan dan penahanan sewenang-wenang terhadap 3 (tiga) orang teman mereka.
Ratusan mahasiswa ini melakukan aksi di Lapangan Reformasi Unika, tepat d depan gedung rektorat dan gedung perpustakaan Unika Santo Thomas,Jumat, 22 November 2019,
Dalam aksi ini, Massa menuntut agar Rektorat dan Pastor Sonny menepati janjinya untuk segera membantu membebaskan aktivis mahasiswa yang ditahan dengan tuduhan yang tidak pernah dilakukannya.
” Aksi ini merupakan satu dari rangkaian aksi yang telah berlangsung selama 3 minggu terakhir. Setelah sebelumnya pada tanggal 11 November kemaren, Keluarga Besar Mahasiswa Unika juga melakukan aksi besar untuk menuntut pihak rektorat turun tangan dan bertanggungjawab untuk membebaskan kawan-kawan mereka yang ditahan di Polrestabes Kota Medan,” Ungkap salah seorang Pengunjuk rasa
Sempat terjadi sedikit kericuhan saat massa mengetahui ada beberapa oknum polisi yang mengaku dari Polsek Sunggal masuk kedalam kampus Unika dan mencoba masuk ke barisan aksi
Namun kericuhan tidak meluas karena polisi menjelaskan bahwa kedatangannya atas panggilan Wakil Rektor III untuk mengamankan aksi di dalam kampus.
Dari infomasi yang diperoleh, Sudah lebih dari 3 minggu, tiga orang mahasiswa ditahan oleh Polrestabes Kota Medan.
Peristiwa ini terjadi Setelah mahasiswa pertanian unika selesai melaksanakan kegiatan makrab di Bumper, Sibolangit.
Dalam kegiatan tersebut pihak rektorat menduga telah terjadi tindak penganiayaan berat yang dilakukan oleh mahasiswa senior terhadap mahasiswa junior.(red)












Rektor bodoh..
Anaknya kok dipolisikan?