Diprotes Warga, Konser Base Jam di Aceh Dibubarkan

MEDANHEADLINES.COM, Banda Aceh – Sekelompok orang membubarkan Konser grup band Base Jam saat tampil di Banda Aceh pada Ahad malam, 7 Juli 2019.  Penampilan Basejam ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan ajang Aceh Culinary Festival atau ACF yang berlangsung di Taman Sulthanah Shafiyatuddin mulai Jumat malam, 5 Juli 2019.

Dari informasi yang dihimpun, Massa telah berkumpul dilokasi acara sebelum Base Jam naik panggung. Kondisi pun masih dapat dikendalikan diawal penampilan grup band yang dikenal dengan lagu Bukan Pujangga diakhir tahun 1990-an.

Namun suasana berubah memanas ketika Base Jam membawa lagu ketiga. Sekelompok massa mulai memprotes dan bersitegang dengan panitia perdebatan tidak terelakkan. Panitia lainnya langsung mematikan pengeras suara yang berada tidak jauh dari panggung utama. Pun begitu dengan para personel Base Jam, langsung turun dari panggung.

Video ketegangan antara sekelompok massa yang menolak dan panitia juga telah banyak beredar dimedia sosial. Tapi hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib atau pihak lain yang mengaku bertanggungjawab.

Sebelumnya, penampilan Base Jam telah mendapat penolakan dari beberapa kelompok massa di Banda Aceh. Dalam audiensi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan Perwakilan Ahlussunah Waljamaah atau Aswaja, disepakati Base Jam tidak tampil dengan iringan musik pada malam penutupan ACF.

Audiensi dilakukan berawal dari protes dari berbagai pihak terkait desain poster yang beredar di berbagai platfrom media sosial Aceh. Dalam poster, tertera posisi karikatur Mesjid Raya Baiturrahman di bawah personil Base Jam yang tidak berbusana sesuai dengan peraturan daerah Aceh yang menerapkan Syariat Islam.

Perwakilan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang berada dibawah Kementrian Pariwisata (Kemenpar) pun telah meminta maaf.

“Untuk itu, Budpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Aceh sudah meminta mencabut konten tersebut. Kemenpar sudah meminta maaf atas kekhilafan tim mereka.” terang Ustadz Umar Rafsanjani, Ketua Tim Aswaja Aceh dalam rilisnya

Sebagai gantinya, Base Jam hanya diperbolehkan mempromosikan Kuliner Aceh ditingkat nasional dan mancanegara. Opsinya dengan mengunjungi stand tempat kuliner dipamerkan dalam penyelenggaraan ACF 2019.

Sesuai kesepakatan Tim aswaja dengan kadis budpar Aceh meminta Base Jam tidak tampil dengan iringan musik pada malam penutupan ACF 2019, Namun hanya meng-endorse dan mempromosikan Kuliner Aceh di tingkat nasional dan manca negera.

Melalui rilis yang sama, perwakilan Front Pembela Islam (FPI) Banda Aceh turut mengeluarkan sikap senada.

“Bila kesepatakan tersebut tidak diindahkan atau dilanggar jika terjadi keributan malam penutupan, itu diluar tanggung jawab kami,” sebut Dedi Mubarak.(Ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.