Ragam  

STTSI Gelar Uji Kompetensi Bagi Teknisi Ponsel 

MEDANHEADLINES.COM, Malang –  Sarana Teknisi Telepone Seluler Indonesia (STTSI) bersama LSP-SKPI akan menggelar uji kompetensi (sertifikasi BNSP) bagi para teknisi ponsel jaringan STTSI, di Kantor STTSI, Jalan Bunga Cengkeh Nomor 5b, Malang, Jawa Timur.

Uji kompetensi tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang dibagi dalam tiga gelombang, gelombang pertama dimulai dari tanggal 11-12 Maret. Gelombang kedua 13 dan 14 Maret dan gelombang III 15 -16 Maret 2019.

Pendiri sekaligus Direktur Utama STTSI, Yongki Felaz mengatakan, teknisi telepon seluler dinilai layak untuk mendapatkan sertifikasi. Pasalnya, prosedur uji kemampuan teknisi ponsel ini dilakukan secara profesional, obyektif, fair, dan menggunakan standar teknisi ponsel yang sudah disahkan di Indonesia.

Standarnya SKKNI 421, teknisi ponsel nantinya mendapat pengakuan kompetensi dari negara, melindungi teknisi dari ketidakpercayaan atau bahkan gugatan dari konsumen. Selain itu, standar ini juga meningkatkan daya saing, perlindungan aktivitas profesi, maupun membuka peluang kerja atau kemitraan dengan industri.

“Uji kompetensi ini untuk memberikan sertifikasi pada profesi teknisi ponsel yang telah dinyatakan kompeten. Ini kegiatan sertifikasi BNSP yang pertama kali di Indonesia,” kata Yongky, Minggu (10/3/2019) kemarin.

Ia menjelaskan, kegiatan uji kompetensi (sertifikasi BNSP) ini memiliki dasar hukum dan undang undang serta banyak peraturan. Terakhir adalah Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Bidang teknisi telepon seluler telah ditetapkan negara sebagai standar keahlian (SKKNI) sejak 2014 lalu. Standar itu juga telah disusun dalam materi uji kompetensi (MUK).

“Setelah pelaksanaan ini, di Jawa timur nantinya akan ada 40 orang lebih yang telah tersertifikasi sah sebagai teknisi ponsel yang kompetensinya diakui negara,” ungkapnya.

Yongky menambahkan, kegiatan sertifikasi ini nantinya akan digelar di Jakarta LSP bersama PPKPI di  Propinsi DKI Jakarta, dan diteruskan di Bekasi, Medan. Kemudian disusul di cabang-cabang STTSI lainnya yang ada di Indonesia.

“Kegiatan seperti ini bertujuan untuk  memfasilitasi semua teknisi ponsel untuk mengikuti ujian dan mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikasi ini seluas-luasnya,” pungkasnya (Afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.