Ragam  

Edwin P Situmorang Siap Bantu Musisi Medan Mendaftarkan Hak Cipta Lagu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Edwin Pamimpin Situmorang SH, MH menyatakan, siap membantu para musisi Medan dan Sumatera Utara yang mendapat kesulitan terkait dalam mendaftarkan legalitas hak cipta lagu.

Hal itu disampaikan Edwin di hadapan peserta dialog interaktif bertema ‘Cakap-Cakap Musik Medan bersama Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH’ yang digelar oleh Indigo Media Promo melalui program unggulan Indigo Musik di Ghetto Cafe, Sabtu, 24 November 2018, lalu.

Menurut Edwin, tidak ada yang rumit untuk masa sekarang. Dan tidak perlu mengeluarkan energi atau duit untuk ke Jakarta. Mendaftarkan hak cipta lagu bisa dilakukan secara online ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Dephumham. Yang penting kita harus melengkapi seluruh persyaratan.

“Kalau Anda merasa sulit hubungi Edwin Situmorang,” tegas mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Edwin mengimbau agar para musisi Medan dan Sumatera Utara umumnya, segera sadar hukum terkait karya cipta lagunya. Tidak perlu mengerti hukum untuk sadar hukum. Sebab, kata Edwin, ketika karya lagu dibuat sudah ada spek hukum legalitas di sana. Jadi mendaftarkan karya cipta lagu itu sangat penting. Tujuannya agar dapat membentengi para musisi dari pembajakan karya cipta dari orang lain yang ingin memanfaati karya seorang musisi.

“Karena undang-undang kita menganut stelsel (seorang yang harus melakukan tindakan hukum-red), jadi siapa yang duluan mendaftar itulah yang akan diproses dan diberi hak pencipta sesungguhnya,” papar Edwin yang juga telah memiliki single lagu Batak Ina Sitiruon.

Dan terkait kemudahan berpromosi lagu lewat media sosial, Edwin mengingatkan sesungguhnya dengan kemudahan itu justru persaingan lebih kompetitif. Karena itu, para musisi harus terus mengasah kemampuan serta meningkatkan kualitas.

“Jangan pernah puas dan cukup dengan saudara miliki saat ini, terus asah, asah dan asah sehingga kita tetap berjaya di belantika musik Indonesia ini,” imbuhnya.

Senada dengan Edwin, Edi Alpha juga melihat kemudahan dalam mempromosikan lagu di jaman milenial saat ini justru sangat menguntungkan musisi saat ini dibandingkan dengan musisi era 80-an.

Dengan perkembangan teknologi internet, justru sangat membantu para musisi untuk mempromosikan lagu yakni dengan memanfaati media sosial seperti, youtube, facebook, twitter dan lainnya. Tidak hanya dikenal di negeri sendiri namun juga bisa dilihat atau didengar dipenjuru dunia.

“Jaman sekarang ini enak, mau promosi lagu sudah gampang upload ke youtube atau facebook sudah bisa dilihat dan didengar banyak orang,” tutur Edi.

Harusnya, lanjut Edi, dengan kemudahan teknologi tersebut, bisa dimanfaati dengan baik sebagai peluang untuk mempopulerkan karya.

“Nah..yang terpenting bagaimana kita mampu melahirkan karya yang bisa menjadi perhatian orang banyak,” tambahnya.

Sementara Founder Indigo Media Promo, Bang Beck’s mengatakan, setelah sukses mempromosikan karya cipta para musisi lewat pertunjukan panggung musik dari cafe ke cafe, melalui program unggulan Indigo Musik, kali ini Indigo Media Promo menggelar kegaitan dialog interaktif dengan menghadirkan tujuh musisi Medan yang memiliki karya cipta lagu.

Kegiatan dialog interaktif diselengi pertunjukan musik dari Marsalaon Band, Marketing Band dan band mahasiswa tersebut, tidak hanya ditujukan memotivasi musisi berkarya cipta lagu, namun lebih luas lagi untuk memberikan edukasi hukum terkait hak cipta lagu sekaligus juga ingin menyampaikan informasi mengenai perkembangan belantika musik di Medan.

“Medan sudah dikenal memiliki segudang talenta yang tak diragukan lagi di belantika musik tanah air. Semoga melalui program Indigo Musik, kami berharap dapat memacu para musisi untuk berkarya cipta lagu. Dan melalui dialog interaktif ini juga bisa menyampaikan informasi dan edukasi hukum terkait hak cipta lagu yang sangat dibutuhkan oleh para musisi,” harap Beck’s.

Beck’s juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari musisi Medan era 90-an yang sekaligus pebisnis sukses kini menetap di Palembang yakni, Okov Simanjuntak. Atas dedikasinya terhadap perkembangan musik di Medan sehingga kegiatan dialog interaktif ini bisa berjalan sukses.

Cakap-Cakap Musik Medan ini menghadirkan materi dialog terkait karya cipta lagu berikut legalitas hak cipta serta mengamati perkembangan musik di Medan. Pembicara yang diundang adalah seorang pakar hukum Edwin P Situmorang SH, MH dan Edi Alpha selaku musisi senior kota Medan. Sedangkan bertindak moderator Diur Nanta.

Kegiatan ini juga dihadiri ratusan peserta terdiri dari musisi dan komunitas musik Medan di antaranya adalah, STM Satu Hati, FPSS, MGF, The Trooper, Komunitas warga Pintu Air dan adik-adik mahasiswa dari Fakultas Etnomusikologi USU, Bahasa dan Seni Unimed serta mitra kerja Indigo Media Promo lainnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.