MEDANHEADLINES.COM, Medan – Masih Tingginya Harga ayam dan telur di Kota Medan diprediksi oleh Tim Pemantau harga Pangan Sumut masih tetap bertahan hingga beberapa pekan ke depan.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, salah satu penyebabnya adalah karena pasokan yang menurun.
“Produksi telur menurun karena sebagian besar merupakan ayam afkir dengan produktivitas rendah,” katanya, di Medan, Selasa (7/8/2018).
Menurutnya, dibutuhkan sekitar 3 hingga 5 pekan lagi agar kondisi sisi persedian kembali normal sementara untuk Ayam afkir yang menjadi masalah kenaikan harga telur setidaknya membutuhkan 8 pekan agar bisa tergantikan dengan indukan petelur yang baru.
” Tapi nantinya akan ada penurunan harga telur secara bertahap,” jelasnya.
Baca Juga : Ini dia Senator Assal Sumut yang Memiliki Harta Terendah
Diungkapkannya, sinyalemen penurunan harga telur akan terlihat di bulan ini, namun pihaknya memperkirakan harga daging ayam akan lebih cepat mengalami penurunan dibandingkan dengan telur ayam.
” Pelemahan mata uang rupiah juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pakan ternak, vaksin dan obat-obatan, yang juga menjadi pemicu kenaikan harga daging ayam itu sendiri,” Pungkasnya
Gunawan juga memperkirakan dalam waktu dekat harga daging ayam seharusnya bisa turun dikisaran Rp 33.000/kg menjelang pertenghan hingga akhir bulan Agustus ini
” Namun untuk menekan harga daging ayam di bawah Rp 30.000/kg dalam waktu dekat akan sulit karena sentimen eksternal masih begitu mempengaruhi kinerja harga daging ayam tersebut,” Pungkasnya
Diketahui hingga saat ini telur dan daging ayam masih bertahan tinggi di pasaran Medan. harga telur ayam masih bertahan di level Rp1.500/butir, sementara daging ayam masih bertahan di level Rp 38.000/kg. (red)












