MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi, ikut serta menyisir keberadaan bangkai kapal KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba. Pada penyisiran ini Syaugi menumpang kapal milik anak buahnya KM SAR 412, Sabtu (23/6/2018).
Kapal pun bergerak ke lokasi yang diprediksi menjadi tempat bangkai KM Sinar Bangun. Kapal itu kemudian menggunakan Marine Detector untuk menyisir dasar danau.
Alat tersebut, dipersiapkan mampu memberikan informasi dari dasar danau dengan kedalaman maksimal 500 meter. Sekitar dua jam melakukan penyisiran, alat belum mendeteksi apapun.
Syaugi menjelaskan, fungsi alat itu dapat mendeteksi objek yang dilintasi sensor yang dipasang di kapal.
Alat itu kemudian memberikan keterangan berapa kedalaman danau yang dilintasi. Jika melewati batas kemampuannya, maka layar akan kosong.
“Kita bekerja All Out dan bekerja dengan hati. Hari jni bisa kawan kawan media saksikan secara langsung bagaimana kita bekerja,” ujar Syaugi.
Secara prinsip Echosounder/Marine Detector adalah alat navigasi elektronik dengan menggunakan sistem gema yang dipasang pada dasar kapal, yang berfungsi untuk mengukur kedalaman perairan, mengetahui bentuk dasar suatu perairan.
Bahkan alat ini juga bisa mendeteksi gerombolan ikan di bagian bawah kapal secara vertikal.
Hingga saat ini Basarnas masih menunggu alat Multi Beam Side Scan Sonar yang punya kemampuan deteksi hingga 2000 meter. Syaugi menyebut, alat itu sedang dalam perjalanan darat ke Pelabuhan Tigaras.
Pencarian hingga hari ke enam, petugas belum bisa menemukan apa-apa. Kapal-kapal yang dikirim ke tengah danau pulang dengan tangan kosong. (fat)











