MEDANHEADLINES.COM, Medan – Walikota Medan Dzulmi Eldin menyampaikan sejumlah masalah dan tantangan pokok pembangunan kota yang belum sepenuhnya dapat diatasi dikota Medan
Salah satunya adalah perwujudan tertib dan kenyamanan lalu lintas, pengembangan pasar Tradisional Modern, Pembangunan Sarana Pendidikan dan pengembangan UMKM.
hal ini diungkapkan Walikota Medan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran 2017 dalam sidang paripurna di Kantor DPRD Medan, Senin (9/4/2018).
Didampingi Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dan Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri Lubis, Eldin menjelaskan bertambahnya moda transportasi membutuhkan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif, guna memberikan keselamatan serta rasa aman dan nyaman berlalu lintas bagi masyarakat.
Sementara terkait pengembangan pasar tradisional modern, Masih membutuhkan pembenahan, penataan dan pemberdayaan agar dapat menjadi sarana ekonomi masyarakat yang sehat sekaligus kompetitif dengan berbagai skema pembiayaan yang dapat dikombinasikan.
Sedangkan terkait pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan serta kesehatan. Walaupun DPRD telah mendorong peningkatan alokasi anggaran belanja daerah untuk bidang ini, sambungnya, namun Pemko Medan tetap membutuhkan alokasi anggaran belanja daerah yang lebih memadai pada masa mendatang sehingga terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang semakin prima.
Untuk pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), Walikota mengatakan, perlu terus dilakukan secara lebih terencana dan tepat sasaran dengan stimulan dan insentif yang memadai. Serta dilakukannya peningkatan daya saing daerah sebagai antisipasi diberlakukannya perdagangan bebas.
Selain persoalan tersebut, Eldin juga mengakui masih cukup banyak masalah dan tantangan pembangunan kota yang belum tertangani secara menyeluruh seperti keluhan pelayanan publik, pengangguran dan kemiskinan serta kesenjangan.
“Jadi seluruh komponen kota harus terus bekerjasama secara harmonis, guna mengelola pembangunan kota yang lebih baik pada masa mendatang,” ungkapnya.
Usai mendengarkan pemaparan yang disampaikan, Ketua DPRD Medan Hendri Jhon Hutagalung kemudian menskor rapat selama 10 menit. Skorsing dilakukan untuk berkonsultasi dengan para pimpinan fraksi dan perangkat DPRD terkait dengan LKPj yang disampaikan tersebut. Dari hasil konsultasi yang dilakukan, pembahasan LKPj akan dibahas melalui sebuah panitia khusus.
Henri Jhon selanjutnya mencabut skor dan menyampaikan hasil konsultasi dalam sidang paripurna. Seluruh anggota dewan yang hadir menyetujuinya dan disepakati rapat lanjutan akan dilakukan 23 April mendatang.(red)












